Akurat Logo

Paus Leo XIV Sebut Konflik AS-Iran Bukan Perang yang Adil, Kritik Eskalasi Militer Modern

Lufaefi | 8 Juni 2026, 12:00 WIB
Paus Leo XIV Sebut Konflik AS-Iran Bukan Perang yang Adil, Kritik Eskalasi Militer Modern
Paus Leo di Hadapan Donald Trump (Ilustrasi)

AKURAT.CO Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Leo XIV, menegaskan bahwa konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran tidak dapat dikategorikan sebagai perang yang adil. Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan dalam penerbangan dari Roma menuju Madrid, Sabtu (7/6/2026) waktu setempat.

Komentar Paus muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Washington dan Teheran pasca-operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.

"Tidak ada perang yang adil di sana," kata Paus Leo XIV kepada para jurnalis.

Menurut Paus, konsep klasik mengenai perang yang adil yang berkembang dalam tradisi filsafat dan teologi berabad-abad lalu sudah tidak lagi relevan dengan kondisi peperangan modern yang memiliki daya rusak jauh lebih besar dibandingkan masa lalu.

"Masalahnya adalah teori perang yang adil berasal dari berabad-abad yang lalu, dari masa ketika orang tidak dapat membayangkan senjata dan kapasitas penghancuran yang ada saat ini," ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons terhadap pandangan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance yang sebelumnya menggunakan konsep perang yang adil untuk membela tindakan militer Washington terhadap Iran.

Baca Juga: AVC Cup 2026: Tampil Kolektif dan Minim 'Error', Tim Voli Putri Indonesia Libas Iran

Paus Leo menilai perkembangan teknologi persenjataan modern telah mengubah karakter peperangan secara fundamental. Oleh karena itu, pendekatan moral yang digunakan untuk membenarkan konflik bersenjata pada masa lampau perlu ditinjau ulang dalam konteks saat ini.

Sejak awal masa kepemimpinannya, Paus Leo XIV dikenal konsisten menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog. Ia berulang kali mengingatkan para pemimpin dunia agar menghindari langkah-langkah yang dapat memicu perang berskala lebih luas.

Sebelumnya, Paus juga mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam bahwa tidak akan ada peradaban yang tersisa di Iran apabila konflik terus berlanjut. Menurut Paus, retorika semacam itu tidak dapat diterima karena berpotensi memperkeruh situasi internasional.

Ketegangan hubungan antara Vatikan dan Washington pun semakin terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Presiden Trump sempat merespons kritik Paus dengan menyebut pemimpin Gereja Katolik tersebut sebagai sosok yang “lemah dan buruk dalam kebijakan luar negeri”.

Namun demikian, Paus Leo XIV menegaskan dirinya tidak akan berhenti menyuarakan pentingnya perdamaian global meskipun menghadapi kritik dari berbagai pihak.

Perseteruan verbal antara Vatikan dan Gedung Putih juga memicu perhatian kalangan politik di Italia. Sejumlah tokoh pemerintahan memberikan dukungan kepada Paus dan mengecam serangan personal yang ditujukan kepadanya.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni secara terbuka mengkritik komentar Presiden Trump. Menurutnya, pernyataan yang menyerang pemimpin tertinggi umat Katolik dunia merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

Baca Juga: iran Tuding AS Hambat Delegasi Piala Dunia 2026, Sejumlah Pejabat Ditolak Visa

Pengamat hubungan internasional menilai perbedaan pandangan antara Vatikan dan Amerika Serikat mencerminkan perdebatan yang lebih luas mengenai legitimasi penggunaan kekuatan militer dalam menghadapi konflik modern.

Di satu sisi, pemerintah Amerika Serikat menilai tindakan militernya diperlukan untuk menjaga kepentingan keamanan nasional. Di sisi lain, Vatikan menekankan pentingnya diplomasi dan penyelesaian damai sebagai jalan utama mengakhiri konflik.

Hingga kini, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah serta perekonomian global, termasuk sektor energi dan perdagangan internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi