Komunikasi di Telepon, PM Kanada Tegur Keras Presiden Israel soal Perlakuan Terhadap Aktivis Sumud Flotilla

AKURAT.CO Perdana Menteri Mark Carney melontarkan kritik keras kepada Presiden Israel Isaac Herzog terkait perlakuan terhadap aktivis kapal bantuan menuju Gaza. Pesan itu disampaikan Carney dalam percakapan jarak jauh yang berlangsung pada Senin (25/5/2026).
Pemerintah Kanada menyatakan Carney menegaskan bahwa perlakuan terhadap warga sipil, termasuk warga negara Kanada yang berada di armada bantuan Gaza, tidak dapat diterima dan harus diusut melalui investigasi independen.
Pernyataan itu muncul setelah meningkatnya sorotan internasional terhadap penanganan Israel terhadap aktivis pro-Palestina yang ditahan saat mencoba menembus blokade menuju Gaza.
Kanada Kecam Pernyataan Menteri Keamanan Israel
Dalam pembicaraan tersebut, Carney juga mengecam keras komentar Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir yang menyebut para aktivis yang diborgol dan ditutup matanya sebagai “teroris”.
Komentar Ben-Gvir memicu kontroversi internasional setelah ia mengatakan, “Beginilah cara kami menyambut teroris,” merujuk pada para aktivis kapal bantuan Gaza.
Kanada menilai pernyataan tersebut memperburuk ketegangan dan berpotensi meningkatkan krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.
Kanada Tegaskan Dukungan untuk Negara Palestina
Meski mengkritik tindakan Israel, Carney menegaskan posisi Kanada yang tetap mendukung solusi dua negara, termasuk pembentukan negara Palestina yang hidup berdampingan dengan Israel secara damai.
Namun di saat yang sama, Ottawa juga menyatakan tetap mendukung keamanan Israel dan hak negara tersebut untuk membela diri.
Soroti Bantuan Kemanusiaan dan Konflik Timur Tengah
Kedua pemimpin turut membahas pentingnya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk menjaga stabilitas jalur maritim strategis seperti Selat Hormuz.
Carney juga mendesak agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza tanpa hambatan di tengah krisis yang terus memburuk.
Selain itu, Kanada kembali menegaskan bahwa ekspansi permukiman Israel di Tepi Barat dianggap ilegal dan menyerukan penghentian kekerasan oleh pemukim Israel di wilayah pendudukan tersebut.
Dalam isu Lebanon, kedua pemimpin menyambut baik berbagai upaya dialog guna menjaga stabilitas kawasan.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi






