Rubio: Kesepakatan AS-Iran bisa Tercapai 'Mungkin Hari Ini'

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat memberi sinyal kuat bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran semakin dekat. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan menyebut pengumuman resmi terkait perjanjian tersebut bisa terjadi “hari ini.”
Berbicara kepada wartawan saat kunjungan diplomatik di India pada Senin, Rubio mengatakan proses negosiasi masih berlangsung intensif.
“Pekerjaan masih berlangsung. Kami sempat berpikir mungkin ada kabar tadi malam, mungkin hari ini,” ujar Rubio.
Pernyataan itu langsung memicu perhatian dunia internasional karena menyangkut potensi berakhirnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang selama ini memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Rubio mengungkapkan bahwa salah satu poin penting dalam proposal yang sedang dibahas adalah pembukaan kembali Strait of Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia.
Menurutnya, terdapat “proposal yang cukup solid” terkait upaya membuka kembali Selat Hormuz sekaligus memulai negosiasi serius dan terbatas waktu mengenai program nuklir Iran.
Ia juga menegaskan bahwa Presiden Donald Trump tidak akan menyetujui kesepakatan yang merugikan Amerika Serikat.
“Presiden Trump tidak akan membuat kesepakatan yang buruk,” kata Rubio.
Pemerintahan Trump, lanjutnya, masih memberi peluang penuh bagi jalur diplomasi sebelum mempertimbangkan opsi lain yang lebih keras.
Pernyataan Rubio muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap konflik Iran dan dampaknya terhadap ekonomi dunia, terutama terkait ancaman gangguan pasokan energi internasional jika Selat Hormuz tetap terganggu.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia. Ketegangan militer di kawasan tersebut sempat memicu kekhawatiran lonjakan harga minyak global dan krisis distribusi energi.
Jika kesepakatan benar-benar tercapai, langkah itu berpotensi menjadi terobosan besar diplomatik bagi pemerintahan Trump sekaligus membuka babak baru hubungan antara Washington dan Teheran setelah bertahun-tahun diliputi ketegangan terkait program nuklir Iran.
Sumber: Yeni Safak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 5Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








