Trump Klaim Perang Iran Akan Segera Berakhir, Sebut Teheran Ingin Capai Kesepakatan

AKURAT.CO Presiden Donald Trump menyatakan perang antara Amerika Serikat dan Iran disebut akan segera berakhir. Trump mengklaim Teheran kini mulai melemah dan ingin segera mencapai kesepakatan damai.
Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menegaskan Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir, sekaligus menyebut operasi militer AS telah melumpuhkan sebagian besar kekuatan pertahanan Iran.
“Kami akan mengakhiri perang itu dengan sangat cepat. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan, mereka sudah lelah dengan situasi ini,” kata Trump.
Trump juga menegaskan Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir dalam kondisi apa pun.
“Saya pikir semuanya akan selesai dengan sangat cepat, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Mudah-mudahan semuanya bisa diselesaikan dengan cara yang baik,” ujarnya.
Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Lumpuh
Dalam pidatonya, Trump turut menyoroti operasi militer AS yang disebut telah melemahkan kemampuan tempur Iran secara signifikan.
Ia mengklaim angkatan laut, angkatan udara, hingga sistem pertahanan udara Iran telah dihancurkan dalam operasi gabungan yang dilakukan bersama Israel.
“Militer kami adalah yang terhebat di dunia. Angkatan laut mereka hancur, angkatan udara mereka hilang, sistem antiudaranya sudah tidak ada,” kata Trump.
Pernyataan tersebut muncul di tengah memanasnya konflik regional sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu.
Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk. Iran juga sempat menutup Strait of Hormuz atau Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.
Gencatan Senjata Masih Rapuh
Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, namun perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu sambil mendorong negosiasi baru dengan Iran.
Konflik Iran-Israel yang melibatkan AS turut memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas Timur Tengah dan pasokan energi dunia, terutama setelah harga minyak melonjak akibat ancaman gangguan distribusi di Selat Hormuz.
Sumber: TRT World
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








