Akurat Logo

Hezbollah Gempur Pasukan Israel di Lebanon Selatan, Drone hingga Tank Merkava Jadi Sasaran

Lufaefi | 12 Mei 2026, 10:30 WIB
Hezbollah Gempur Pasukan Israel di Lebanon Selatan, Drone hingga Tank Merkava Jadi Sasaran
Operasi Militer Hizbullah (Press TV)

AKURAT.CO Gerakan perlawanan Islam Hizbullah melancarkan sedikitnya 20 operasi militer terhadap pasukan Israel di wilayah Lebanon selatan, Senin (11/5/2026). Serangan tersebut diklaim menimbulkan kerugian besar di pihak militer Israel di tengah memanasnya situasi kawasan perbatasan.

Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menyebut operasi dilakukan dengan menyasar konsentrasi tentara Israel dan kendaraan militer di sejumlah wilayah, termasuk al-Bayyadah, Rishaf, Tayr Harfa, hingga Naqoura.

“Para pejuang perlawanan menargetkan perkumpulan tentara Israel dan kendaraan militer menggunakan rentetan roket, peluru artileri, dan drone peledak,” demikian pernyataan Hizbullah.

Baca Juga: Trump Desak Xi Jinping Tekan Iran, AS Khawatir Konflik Timur Tengah Picu Krisis Global

Kelompok tersebut mengklaim berhasil menghantam satu unit tank Merkava milik Israel di Rishaf, kendaraan teknik militer, kendaraan lapis baja Hummer, hingga buldoser militer D9.

Di wilayah Taybe, Hizbullah juga disebut melancarkan serangan bertahap menggunakan tiga drone peledak yang diarahkan ke sebuah rumah yang ditempati personel Israel.

Serangan itu diklaim menyebabkan korban jiwa dan memaksa militer Israel melakukan evakuasi korban menggunakan helikopter.

Selain itu, unit pertahanan udara Hizbullah mengaku berhasil menembak jatuh sebuah drone pengintai Israel di wilayah Tyre menggunakan rudal permukaan-ke-udara.

Hizbullah menegaskan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya mengusir pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan sekaligus bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.

“Operasi ini merupakan tanggapan langsung terhadap pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel dan serangan berkelanjutan terhadap wilayah sipil di Lebanon selatan,” tulis Hizbullah.

Sementara itu, militer Israel sebelumnya mengakui serangan drone Hizbullah melukai seorang perwira dan dua tentaranya di Lebanon selatan pada Sabtu lalu. Salah satu korban dilaporkan dalam kondisi serius.

Baca Juga: Waduh! Kesepakatan Damai Iran dan AS Gagal Tercapai, Harga Minyak Dunia diprediksi Melonjak Kembali

Situasi di perbatasan Lebanon-Israel kembali memanas meski gencatan senjata dikabarkan masih berlaku sejak 17 April dan diperpanjang hingga pertengahan Mei.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 2.869 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.

Militer Israel juga kembali memperingatkan warga Lebanon selatan agar tidak memasuki wilayah yang saat ini masih diduduki pasukan Israel sejauh 5 hingga 10 kilometer dari garis perbatasan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi