Hezbollah Gempur Pasukan Israel di Lebanon Selatan, Drone hingga Tank Merkava Jadi Sasaran

AKURAT.CO Gerakan perlawanan Islam Hizbullah melancarkan sedikitnya 20 operasi militer terhadap pasukan Israel di wilayah Lebanon selatan, Senin (11/5/2026). Serangan tersebut diklaim menimbulkan kerugian besar di pihak militer Israel di tengah memanasnya situasi kawasan perbatasan.
Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menyebut operasi dilakukan dengan menyasar konsentrasi tentara Israel dan kendaraan militer di sejumlah wilayah, termasuk al-Bayyadah, Rishaf, Tayr Harfa, hingga Naqoura.
“Para pejuang perlawanan menargetkan perkumpulan tentara Israel dan kendaraan militer menggunakan rentetan roket, peluru artileri, dan drone peledak,” demikian pernyataan Hizbullah.
Baca Juga: Trump Desak Xi Jinping Tekan Iran, AS Khawatir Konflik Timur Tengah Picu Krisis Global
Kelompok tersebut mengklaim berhasil menghantam satu unit tank Merkava milik Israel di Rishaf, kendaraan teknik militer, kendaraan lapis baja Hummer, hingga buldoser militer D9.
Di wilayah Taybe, Hizbullah juga disebut melancarkan serangan bertahap menggunakan tiga drone peledak yang diarahkan ke sebuah rumah yang ditempati personel Israel.
Serangan itu diklaim menyebabkan korban jiwa dan memaksa militer Israel melakukan evakuasi korban menggunakan helikopter.
Selain itu, unit pertahanan udara Hizbullah mengaku berhasil menembak jatuh sebuah drone pengintai Israel di wilayah Tyre menggunakan rudal permukaan-ke-udara.
Hizbullah menegaskan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya mengusir pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan sekaligus bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
“Operasi ini merupakan tanggapan langsung terhadap pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel dan serangan berkelanjutan terhadap wilayah sipil di Lebanon selatan,” tulis Hizbullah.
Sementara itu, militer Israel sebelumnya mengakui serangan drone Hizbullah melukai seorang perwira dan dua tentaranya di Lebanon selatan pada Sabtu lalu. Salah satu korban dilaporkan dalam kondisi serius.
Baca Juga: Waduh! Kesepakatan Damai Iran dan AS Gagal Tercapai, Harga Minyak Dunia diprediksi Melonjak Kembali
Situasi di perbatasan Lebanon-Israel kembali memanas meski gencatan senjata dikabarkan masih berlaku sejak 17 April dan diperpanjang hingga pertengahan Mei.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 2.869 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.
Militer Israel juga kembali memperingatkan warga Lebanon selatan agar tidak memasuki wilayah yang saat ini masih diduduki pasukan Israel sejauh 5 hingga 10 kilometer dari garis perbatasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah





