Akurat Logo

Iran Bongkar Kebohongan AS: Biaya Perang Amerika Bukan 400 Dollar, Tapi 1.600 Dollar!

Lufaefi | 2 Mei 2026, 11:00 WIB
Iran Bongkar Kebohongan AS: Biaya Perang Amerika Bukan 400 Dollar, Tapi 1.600 Dollar!
Menlu Iran Abbas Araqchi (Al Jazeera)

AKURAT.CO Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat tidak hanya berlangsung di medan konflik, tetapi juga merambah ke perang narasi terkait biaya perang. Pemerintah Iran menuding Washington tidak transparan dalam mengungkap besaran dana yang telah dihabiskan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara terbuka menuding Pentagon memanipulasi angka. Ia menyebut biaya perang yang sebenarnya jauh lebih besar dari klaim resmi pemerintah AS.

“Pentagon berbohong. Taruhan (Benjamin) Netanyahu telah secara langsung membebani Amerika hingga USD 100 miliar sejauh ini, empat kali lipat dari yang diklaim,” tulis Araghchi melalui akun X resminya.

Menurutnya, angka tersebut setara sekitar Rp1.600 triliun, jauh melampaui klaim Pentagon yang hanya menyebut sekitar USD 25 miliar atau sekitar Rp400 triliun.

Baca Juga: Trump Klaim Perang Iran Sudah Berakhir, Gedung Putih Hindari Izin Kongres? Ini Faktanya

Araghchi juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat Amerika. Ia menyebut beban perang tersebut setara dengan sekitar 500 dolar per bulan untuk setiap rumah tangga di AS, belum termasuk biaya tidak langsung yang lebih besar.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, tetap mempertahankan angka resmi pemerintah di tengah tekanan politik dalam negeri. Dalam berbagai forum, Pentagon menyebut biaya perang masih berada dalam kisaran USD 25 miliar.

Perdebatan ini semakin memanas di Kongres AS. Sejumlah politisi, terutama dari Partai Demokrat, mempertanyakan transparansi pemerintah terkait pembiayaan konflik serta dasar hukum keterlibatan militer.

Baca Juga: Bentrok dengan Jadwal Timnas Indonesia, Persija vs Persib Terancam Batal di GBK

Anggota Kongres seperti Adam Smith dan John Garamendi menilai pemerintah tidak terbuka kepada publik. Mereka menyoroti besarnya anggaran militer yang terus meningkat, bahkan mencapai rencana USD 1,5 triliun untuk tahun 2027.

Perbedaan tajam antara klaim Iran dan Amerika Serikat ini memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga dalam membentuk opini global terkait dampak ekonomi dan politik dari perang tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi