Ancaman Drone Hizbullah Meningkat, Militer Israel Pangkas Waktu Pendaratan Helikopter di Lebanon

AKURAT.CO Militer Israel memutuskan memangkas durasi pendaratan helikopter di wilayah Lebanon sebagai langkah mengurangi risiko terdeteksi dan diserang oleh kelompok Hizbullah.
Kebijakan ini dilaporkan oleh Army Radio pada Rabu, sebagai bagian dari strategi baru menghadapi ancaman drone bermuatan bahan peledak yang semakin intens diluncurkan Hizbullah ke arah pasukan Israel.
Strategi Baru Hadapi Serangan Drone
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa perwakilan militer Israel telah memaparkan langkah-langkah antisipasi dalam rapat tertutup di Knesset awal pekan ini.
Sejumlah langkah yang diambil antara lain peningkatan kemampuan senjata individu prajurit untuk menghadapi drone, termasuk penggunaan optik khusus dan amunisi fragmentasi guna meningkatkan akurasi tembakan terhadap target udara.
Evakuasi Medis Jadi Fokus Risiko
Militer juga menekankan pengurangan waktu pendaratan helikopter, khususnya dalam misi evakuasi medis. Langkah ini diambil untuk meminimalkan peluang Hizbullah melacak posisi helikopter dan melancarkan serangan.
Keputusan ini muncul setelah insiden terbaru yang melukai sejumlah tentara Israel akibat serangan drone Hizbullah yang menargetkan helikopter saat menjalankan misi evakuasi.
Serangan Berlanjut Meski Gencatan Senjata
Dalam beberapa waktu terakhir, Hizbullah meningkatkan serangan drone dan rudal terhadap pasukan serta kendaraan militer Israel di Lebanon selatan. Serangan ini disebut sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata sementara oleh Israel.
Gencatan senjata tersebut sebelumnya diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 17 April selama 10 hari, sebelum kemudian diperpanjang selama tiga minggu.
Korban Terus Bertambah
Data resmi Lebanon mencatat, sejak 2 Maret, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 2.534 orang, melukai 7.863 lainnya, serta menyebabkan lebih dari 1,6 juta warga mengungsi.
Situasi ini menunjukkan eskalasi konflik yang masih terus berlangsung di kawasan, meski upaya gencatan senjata telah dilakukan.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







