Iran Sebut Amerika Cari Jalan Selamatkan Muka Atas Kekalahan dari Iran

AKURAT.CO Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih berlanjut di tengah kebuntuan diplomasi dan konflik militer yang belum sepenuhnya mereda. Pemerintah Teheran secara terbuka menuding Washington tengah mencari cara untuk keluar dari konflik tanpa kehilangan reputasi.
Pernyataan tersebut muncul setelah dinamika perundingan damai yang tidak kunjung menemukan titik temu. Iran menilai posisi Amerika Serikat kini berada dalam tekanan, terutama akibat strategi militer dan geopolitik yang tidak berjalan sesuai harapan.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Esmail Baghei, menegaskan bahwa negaranya berada dalam posisi yang lebih kuat dalam konflik ini.
Baca Juga: Belum Genap Sepekan di Tanah Suci, Satu Jemaah Haji Indonesia Wafat di Madinah
“Kekuatan militer kami kini dominan, dan musuh sedang mencari cara untuk menyelamatkan muka dari perang yang telah menjadi jebakan bagi mereka,” dilansir Press TV, Minggu (26/4/2026).
Di sisi lain, Presiden Donald Trump membuka kemungkinan komunikasi langsung dengan Iran, meskipun dengan nada yang tegas.
Dalam keterangannya, Trump menyatakan, “Mereka bisa menelepon kami kapan saja mereka mau. Kita punya semua kartu. Mereka bisa menelepon kapan saja, tapi tidak akan ada lagi penerbangan 18 jam hanya untuk pembicaraan tanpa hasil.”
Situasi ini terjadi setelah rencana pengiriman utusan Amerika Serikat ke Pakistan untuk pembicaraan damai dibatalkan. Di sisi lain, Iran tetap bersikukuh tidak akan melanjutkan negosiasi selama blokade laut oleh Amerika Serikat masih diberlakukan.
Selain itu, Iran juga memperingatkan bahwa setiap tindakan militer tambahan dari pihak Amerika akan mendapat respons tegas.
Baca Juga: Diteror Tembakan, Donald Trump Tetap Ngotot: Perang Iran Tak Akan Terhenti
Dalam pernyataan yang disampaikan, disebutkan, “Jika militer AS terus melakukan blokade dan aksi perompakan di kawasan, mereka pasti akan menghadapi respons dari angkatan bersenjata Iran."
Konflik ini turut berimbas pada kawasan strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global. Ketegangan di wilayah tersebut semakin meningkatkan tekanan internasional agar kedua pihak segera menemukan solusi damai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








