Meski Gencatan Senjata, Israel Katz dan Netanyahu Pastikan akan Hancurkan Setiap Bangunan yang Dipakai Hizbullah

AKURAT.CO Militer Israel menyatakan telah diperintahkan untuk menggunakan “kekuatan penuh” terhadap setiap ancaman di Lebanon, meski gencatan senjata masih berlaku. Pemerintah Israel juga menegaskan akan menghancurkan bangunan yang diduga digunakan oleh kelompok Hizbollah.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan militer untuk bertindak maksimal, baik melalui operasi darat maupun udara, termasuk selama masa gencatan senjata, guna melindungi pasukan dari ancaman.
Ia juga menyebut militer diperintahkan menghancurkan bangunan atau jalan yang dipasangi bahan peledak serta meratakan rumah di desa-desa perbatasan yang disebut sebagai basis operasi Hizbullah.
Sementara itu, kantor berita resmi Lebanon melaporkan Israel masih melakukan penghancuran bangunan di sejumlah wilayah selatan pada Minggu. Di Kota Bint Jbeil, sekitar 5 kilometer dari perbatasan Israel, penghancuran rumah dilaporkan terus berlangsung setelah sebelumnya terjadi pertempuran sengit.
Operasi serupa juga dilaporkan terjadi di Mais al-Jabal dan Deir Seryan, termasuk penyisiran dan peledakan, sementara wilayah Kunin disebut mengalami penembakan artileri.
Di tengah situasi tersebut, sebagian warga Lebanon selatan mulai kembali ke rumah mereka setelah gencatan senjata 10 hari berlaku sejak Jumat. Namun, banyak yang masih ragu untuk kembali karena ketidakpastian kondisi keamanan.
Di beberapa desa, warga terlihat memeriksa kerusakan rumah dan membersihkan puing-puing. Sebagian lainnya membawa kembali barang-barang seperti kasur dan peralatan rumah tangga, sementara ada pula yang memilih meninggalkan wilayah tersebut setelah mengambil barang penting.
Militer Israel juga mengumumkan pembentukan “garis kuning” di Lebanon selatan, mirip dengan zona pemisah di Gaza, serta mempublikasikan peta area operasi untuk menghancurkan infrastruktur yang diklaim milik Hizbullah dan mencegah ancaman ke wilayah Israel utara.
Dalam perkembangan lain, militer Israel mengonfirmasi adanya insiden perusakan simbol keagamaan Kristen oleh seorang tentaranya di Lebanon selatan. Militer menyatakan tindakan tersebut tidak sesuai dengan nilai yang dijunjung dan berjanji akan mengambil langkah terhadap pihak yang terlibat serta membantu pemulihan simbol tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji
- 10Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan







