Akurat Logo

Kolumnis Al Jazeera: Paus Ajarkan Dunia Cara Melawan Trump Tanpa Rasa Takut!

Lufaefi | 16 April 2026, 19:08 WIB
Kolumnis Al Jazeera: Paus Ajarkan Dunia Cara Melawan Trump Tanpa Rasa Takut!
Paus Leo (Instagram @pausleoxiv_fanspage)

AKURAT.CO Kolumnis Al Jazeera, Andrew Mitrovica, menulis opini tajam yang menyebut Paus Leo XIV telah menunjukkan kepada dunia bagaimana cara menghadapi Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa rasa takut dan tanpa kompromi moral.

Dalam artikelnya yang terbit 16 April 2026, Mitrovica menggambarkan Paus Leo XIV sebagai sosok yang memilih berdiri tegak di tengah tekanan politik global. Ia menilai terlalu banyak pemimpin dunia selama ini memilih menuruti atau menenangkan Trump, alih-alih menantangnya secara terbuka.

Menurut Mitrovica, pendekatan tersebut justru memperkuat gaya kepemimpinan Trump yang kerap dinilai agresif dalam diplomasi internasional. Ia menggambarkan presiden AS itu sebagai figur yang terbiasa menggunakan ancaman dan tekanan untuk mendapatkan kepatuhan dari negara lain.

Berbeda dengan banyak pemimpin Barat, Paus Leo XIV—pemimpin Gereja Katolik yang memiliki sekitar 1,4 miliar umat—disebut mengambil posisi tegas terkait konflik dan isu kemanusiaan, termasuk perang yang melibatkan Iran. Dalam salah satu pernyataannya, Paus menolak ancaman terhadap rakyat sipil.

Baca Juga: Jepang Ikut Campur: Akan Ikut Kurangi Ketegangan di Selat Hormuz!

“Seperti yang kita semua ketahui, ada juga ancaman terhadap seluruh rakyat Iran, dan ini benar-benar tidak dapat diterima,” ujar Paus Leo XIV. Ia juga mengajak semua pihak untuk merenungkan nasib warga tak berdosa yang menjadi korban eskalasi konflik.

Dalam khotbah misa Minggu di Basilika Santo Petrus di Vatikan, Paus kembali menegaskan sikapnya terhadap perang. “Yesus adalah Raja Damai yang menolak perang, dan tidak seorang pun dapat menggunakan-Nya untuk membenarkan perang,” katanya. Ia menambahkan, “Ia tidak mendengarkan doa mereka yang berperang… tangan mereka penuh darah.”

Meski tidak menyebut nama secara langsung, Mitrovica menilai kritik tersebut ditujukan kepada para pemimpin yang mendukung eskalasi militer, termasuk Trump dan sejumlah pejabatnya. Kolumnis itu juga menyinggung Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai bagian dari kepemimpinan yang ia nilai memiliki “ilusi kemahakuasaan”.

Paus Leo XIV bahkan secara terbuka menyatakan tidak gentar menghadapi tekanan politik. “Saya tidak takut pada pemerintahan Trump atau berbicara lantang tentang pesan Injil,” ujarnya. Pernyataan ini, menurut Mitrovica, menjadi simbol keteguhan moral di tengah situasi global yang memanas.

Artikel tersebut juga menyoroti respons keras dari kalangan pemerintahan AS. Disebutkan bahwa seorang pejabat tinggi Pentagon dalam pertemuan dengan utusan Vatikan menyampaikan peringatan bahwa Washington memiliki kekuatan militer untuk melakukan apa pun yang diinginkan. Namun, Paus tetap pada pendiriannya untuk menyerukan dialog dan penghentian kekerasan.

Baca Juga: Imbas Perang dengan Iran, Suara Trump Merosot Tajam di Kalangan Pemilihnya

Mitrovica menyimpulkan bahwa benturan antara Trump dan Paus Leo XIV bukan sekadar perbedaan politik, melainkan pertarungan antara dua pendekatan kepemimpinan: kekuatan berbasis dominasi versus kekuatan berbasis moralitas.

Dalam pandangannya, Paus telah menunjukkan bahwa keberanian moral dan konsistensi nilai dapat menjadi bentuk perlawanan paling efektif terhadap tekanan politik.

Sebagaimana ditegaskan dalam artikel tersebut, pandangan yang disampaikan merupakan opini pribadi penulis dan tidak selalu mencerminkan sikap editorial Al Jazeera.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi