Perundingan Iran-AS Gagal, Perang Akan Dimulai Lagi?

AKURAT.CO Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan pada Minggu (12/4/2026).
Kegagalan ini memunculkan kekhawatiran bahwa konflik antara AS–Israel dan Iran yang sebelumnya dihentikan sementara dapat kembali memanas.
Sesuai kesepakatan gencatan senjata, pertempuran dihentikan sejak 8 April dan dijadwalkan berlangsung selama dua pekan hingga setidaknya 22 April. Namun, belum tercapainya titik temu dalam perundingan membuat masa depan gencatan senjata berada dalam ketidakpastian.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim operasi militer terhadap Iran telah mencapai hasil signifikan. Ia menyatakan program nuklir dan rudal balistik Teheran telah dihancurkan.
“Kampanye ini belum berakhir, tetapi sudah jelas bahwa kita telah mencapai prestasi bersejarah. Iran mencoba mengepung kita dengan cekikan—Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, rezim Assad di Suriah, milisi di Irak, Houthi di Yaman. Iran sendiri ingin mencekik kita, tetapi kita mencekik mereka. Mereka mengancam kita dengan pemusnahan dan sekarang mereka berjuang untuk bertahan hidup,” ujar Netanyahu.
Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah kabar gagalnya negosiasi diumumkan.
Baca Juga: Trump Ngamuk Lagi! Ancam Blokade Selat Hormuz dan Hancurkan Iran!
Dari pihak Washington, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan tidak ada kemajuan berarti dalam pembicaraan. Menurutnya, Amerika Serikat telah menunjukkan itikad baik, tetapi tidak memperoleh komitmen tegas dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir di masa depan.
Ia menyebut kegagalan ini sebagai kabar buruk, tetapi lebih buruk bagi Iran daripada Amerika Serikat.
Sementara itu, media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), menyalahkan tuntutan Washington yang dinilai tidak masuk akal. Teheran mengklaim telah menawarkan sejumlah inisiatif, namun pembicaraan tetap menemui jalan buntu.
Pemerintah Pakistan sebagai tuan rumah menyerukan agar kedua pihak tetap menghormati gencatan senjata. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengatakan, “Pakistan telah dan akan terus memainkan perannya untuk memfasilitasi keterlibatan dan dialog antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat di hari-hari mendatang.”
Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald J. Trump menyatakan bahwa Amerika telah menang secara militer dan memperingatkan bahwa dukungan China terhadap Iran akan menimbulkan konsekuensi bagi Beijing.
Baca Juga: Donald Trump Nonton UFC di Tengah Delegasinya Negosiasi dengan Iran
Ketegangan juga meningkat di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman energi dunia. Amerika Serikat mengklaim dua kapal perangnya memasuki kawasan itu untuk membersihkan ranjau yang diduga dipasang Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Namun, Iran membantah tudingan tersebut dan menegaskan setiap kapal militer yang memasuki selat akan dihukum dengan kejam.
Dengan negosiasi yang gagal dan retorika kedua pihak yang kembali mengeras, masa depan stabilitas kawasan Timur Tengah kini berada di ujung ketidakpastian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









