Jubir Pemerintah Iran: Kami Terbuka Negosiasi, Tapi Tidak Percaya dengan AS dan Israel

AKURAT.CO Pemerintah Iran menyatakan kesiapan untuk membuka jalur dialog, namun tetap menaruh sikap tidak percaya terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, Sabtu (11/4/2026).
Mohajerani menegaskan bahwa Iran akan tetap berhati-hati dalam setiap proses perundingan. Demikian disampaikan di tengah sejumlah pihak dari Iran dan AS melakukan perundingan di Islamabad, Pakistan.
“Kami selalu menunjukkan bahwa kami terbuka untuk dialog, sementara pada saat yang sama tidak mempercayai pihak lain; oleh karena itu tim diplomatik Iran memasuki negosiasi dengan sangat hati-hati,” ujarnya.
Ia juga mengutip pernyataan Presiden Iran terkait pendekatan dalam diplomasi. Menurutnya, negosiasi akan dilakukan dengan jari kami di pelatuk, sebagai bentuk kewaspadaan penuh terhadap pihak lawan.
Meski demikian, pemerintah Iran tetap menempuh jalur diplomasi di bawah arahan Pemimpin Tertinggi Iran. Mohajerani menyatakan optimisme bahwa tim perunding akan menjalankan tugasnya dengan baik. Ia berharap delegasi Iran dapat kembali dengan hasil yang memuaskan.
Baca Juga: Israel Klaim Luncurkan 10.800 Serangan Udara ke Iran Selama Perang 40 Hari
Dalam keterangannya, Mohajerani juga menyinggung simbol yang dibawa delegasi saat berangkat menuju Islamabad, Pakistan. Ia menyebut tim perunding membawa ransel dan foto anak-anak Minab, yang menurutnya menjadi pengingat atas beban moral dan tanggung jawab besar yang mereka emban selama proses negosiasi.
“Isyarat ini menunjukkan bahwa mereka pergi ke perundingan dengan membawa beban ini dan sepenuhnya menyadari rasa sakit yang dirasakan oleh rakyat Iran,” katanya.
Selain isu diplomasi, Mohajerani menambahkan bahwa kabinet Iran telah mengambil langkah-langkah mendasar untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mendukung sektor produksi di tengah tekanan eksternal.
Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang tetap membuka ruang dialog, namun dengan sikap waspada di tengah dinamika hubungan yang masih tegang dengan Amerika Serikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








