Akurat Logo

Iran Kehilangan Jejak Ranjau di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Masih Terbatas

Fitra Iskandar | 11 April 2026, 14:09 WIB
Iran Kehilangan Jejak Ranjau di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Masih Terbatas
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: Ist

AKURAT.CO Iran dilaporkan kehilangan jejak lokasi ranjau laut yang dipasang di Selat Hormuz dan tidak memiliki data pasti mengenai titik penempatannya. Informasi tersebut disampaikan sejumlah pejabat Amerika Serikat kepada The New York Times pada Jumat (10/4/2026).

Laporan itu menyebut, Iran mengerahkan pasukan terdesentralisasi dalam operasi penutupan Selat Hormuz, dengan kapal-kapal kecil memimpin pemasangan ranjau tanpa rantai komando yang jelas. Kondisi ini membuat jalur pelayaran strategis tersebut—yang dilalui sekitar 20 persen konsumsi minyak global—menjadi sangat berisiko untuk dilintasi.

Saat ini, kapal-kapal disebut hanya memiliki opsi memutar melalui perairan Iran. Dalam skema yang diusulkan Teheran, otoritas Iran berencana mengenakan biaya hingga US$2 juta bagi kapal yang ingin melintas, sebagaimana tercantum dalam dokumen tuntutan negosiasi kepada Washington.

Pejabat AS menilai pemasangan ranjau dilakukan secara “tidak terkoordinasi”, dengan intelijen menunjukkan Iran tidak mengetahui secara pasti lokasi setiap ranjau yang telah ditanam.

Selain itu, laporan The New York Times menyebut baik Amerika Serikat maupun Iran saat ini belum memiliki kapasitas memadai untuk membersihkan ranjau laut di kawasan tersebut. Kapal penyapu ranjau utama AS tidak berada di Selat Hormuz, sementara Iran juga tidak memiliki metode konkret untuk membuka kembali jalur pelayaran.

Situasi ini menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya negosiasi kedua negara. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menuntut pembukaan Selat Hormuz secara “penuh, segera, dan aman” sebagai syarat dimulainya perundingan. Pada Jumat, Trump kembali menegaskan Iran tidak memiliki pilihan selain bernegosiasi dan menyebut penutupan selat sebagai “pemerasan jangka pendek terhadap dunia”.

Lalu Lintas Masih di Bawah Normal

Data dari situs pelacakan maritim MaritimeTraffic menunjukkan jumlah kapal yang melintas Selat Hormuz mulai meningkat, dengan sembilan kapal tercatat keluar-masuk pada Kamis.

Meski meningkat hampir dua kali lipat dibanding hari sebelumnya, angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata sebelum konflik yang mencapai lebih dari 130 kapal per hari.

Laporan itu juga mencatat risiko operasional di kawasan tetap tinggi akibat minimnya lalu lintas. Pergerakan kapal masih bergantung pada persetujuan Iran untuk melintas di perairan teritorialnya.

Sejauh ini belum ada laporan serangan baru, meski ancaman serangan drone dan roket Iran—selain ranjau laut—masih menjadi kekhawatiran utama bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Sumber: JP

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.