Akurat Logo

Trump Murka CNN Beritakan Iran Menang Telak Lawan AS, Somasi Minta Maaf!

Lufaefi | 9 April 2026, 06:53 WIB
Trump Murka CNN Beritakan Iran Menang Telak Lawan AS, Somasi Minta Maaf!
Presiden AS Donald J. Trump (istimewa)

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahan kepada CNN setelah media tersebut memberitakan klaim Iran yang menyebut telah meraih kemenangan telak atas AS dalam konflik terbaru kedua negara.

Laporan CNN mengutip pernyataan Dewan Keamanan Nasional Iran yang menyatakan Teheran berhasil memaksa Amerika Serikat menerima proposal gencatan senjata 10 poin yang diajukan Iran.

Pemberitaan itu muncul di tengah keputusan Trump menunda serangan dan menyetujui gencatan senjata selama dua pekan.

Melalui platform Truth Social pada Selasa (7/4/2026) malam waktu setempat, Trump menuding CNN menyebarkan informasi palsu.

“Pernyataan yang diduga dikeluarkan oleh CNN World News adalah PENIPUAN, seperti yang sangat diketahui oleh CNN,” katanya.

Baca Juga: Bocoran Pejabat Gedung Putih kepada Wartawan: 10 Poin Kesepakatan yang Dipublikasi Iran Tidak Sesuai yang Dibahas dengan AS

Trump juga menuduh sumber informasi tersebut tidak kredibel.

“Pernyataan palsu itu dikaitkan dengan situs berita palsu (dari Nigeria) dan, tentu saja, langsung diambil oleh CNN dan disiarkan sebagai tajuk ‘yang sah’,” tulisnya.

Tak hanya mengecam, Trump bahkan memerintahkan CNN untuk menarik laporan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia juga mengancam akan melakukan penyelidikan hukum.

“Pihak berwenang sedang berupaya menentukan apakah suatu kejahatan telah dilakukan dalam penerbitan pernyataan CNN palsu tersebut, atau ini ulah pelaku nakal yang sakit? CNN diperintahkan untuk segera menarik pernyataan ini dengan permintaan maaf penuh atas pelaporan mereka yang, seperti biasa, buruk,” ujar Trump.

Sebelumnya, Trump sempat memberikan ultimatum kepada Iran hingga Selasa malam untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ia memperingatkan bahwa jika Iran tidak mematuhi, maka seluruh peradaban akan mati malam ini dan tidak akan pernah bisa dipulihkan kembali.

Namun sekitar 90 menit sebelum tenggat waktu berakhir, Gedung Putih mengumumkan bahwa AS dan Iran sepakat untuk bernegosiasi, termasuk membuka kembali Selat Hormuz serta menghentikan pertempuran selama dua minggu.

Dalam pengumuman tersebut, Trump menegaskan Iran telah menyetujui “pembukaan Selat Hormuz secara SEPENUHNYA, SEGERA, dan AMAN.”

Baca Juga: Israel Kembali Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza

Menanggapi serangan Trump, CNN membela laporannya. Media tersebut menyatakan informasi yang mereka siarkan berasal dari pejabat resmi Iran dan juga dilaporkan oleh media pemerintah Iran.

“Pernyataan yang dimaksud diperoleh CNN dari pejabat Iran dan dilaporkan oleh sejumlah media pemerintah Iran,” kata CNN.

CNN menambahkan, “Kami menerima pernyataan tersebut dari juru bicara resmi Iran yang kami kenal.”

Ketegangan antara Gedung Putih dan CNN ini menambah dinamika politik di tengah situasi konflik AS-Iran yang masih berlanjut meski telah diumumkan gencatan senjata sementara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi