Akurat Logo

Israel Kembali Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza

Lufaefi | 9 April 2026, 06:47 WIB
Israel Kembali Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza
Jurnalis Al Jazeera Mohammed Wishah Dibunuh Israel (Al Jazeera)

AKURAT.CO Jurnalis Al Jazeera, Mohammed Wishah, tewas dalam serangan drone Israel di Jalur Gaza, Rabu (8/4/2026). Wishah yang merupakan koresponden Al Jazeera Mubasher di Gaza meninggal dunia setelah mobil yang ditumpanginya diserang di Jalan al-Rashid, wilayah barat Kota Gaza.

Sumber di lapangan menyebutkan, serangan udara tersebut menyebabkan kendaraan yang ditumpangi Wishah terbakar. Insiden ini menambah daftar panjang jurnalis yang tewas sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023.

Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan sedikitnya 262 jurnalis telah terbunuh akibat serangan Israel sejak awal konflik. Lembaga itu juga mencatat sekitar 2.000 pelanggaran terjadi sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan.

Baca Juga: Meski Gencatan Senjata, Israel Lancarkan Serangan Terbesar ke Lebanon yang Tewaskan 250 Orang

Dalam pernyataan resmi, Al Jazeera Media Network menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut. Mereka menyatakan, “mengutuk keras kejahatan keji berupa penargetan dan pembunuhan koresponden Al Jazeera Mubasher, Mohammed Wishah.”

Al Jazeera menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Ini merupakan pelanggaran baru dan nyata terhadap seluruh hukum serta norma internasional, dan mencerminkan kebijakan sistematis yang berkelanjutan untuk menargetkan jurnalis dan membungkam suara kebenaran,” demikian bunyi pernyataan itu.

Jaringan media tersebut juga menegaskan bahwa kematian Wishah bukan peristiwa acak.

“Pembunuhannya bukanlah tindakan acak, melainkan kejahatan yang disengaja dan terarah yang dimaksudkan untuk mengintimidasi jurnalis dan mencegah mereka menjalankan tugas profesionalnya,” lanjut pernyataan tersebut.

Koresponden Al Jazeera di Gaza, Ibrahim al-Khalili, mengatakan serangan yang terjadi di jalan utama Kota Gaza menunjukkan situasi keamanan semakin memburuk di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung.

“Sudah hampir enam bulan sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku, dan pelanggaran Israel terus berlanjut — menargetkan jurnalis seperti Wishah, yang telah meliput perang genosida ini sejak hari pertama,” ujarnya.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 72.000 orang tewas dan lebih dari 171.000 lainnya terluka sejak Oktober 2023. Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober tahun lalu, sedikitnya 733 warga Palestina dilaporkan meninggal dan 2.034 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan lanjutan.

Baca Juga: Zionis Israel Tetap Serang Iran Meski AS-Iran Gencatan Senjata

Kantor Media Pemerintah Gaza menyerukan kepada Federasi Jurnalis Internasional, Persatuan Jurnalis Arab, serta organisasi media di seluruh dunia untuk mengecam apa yang mereka sebut sebagai kejahatan sistematis terhadap jurnalis Palestina, serta mendesak komunitas internasional untuk menghentikan serangan berulang dan membawa pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan internasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Israel terkait serangan yang menewaskan Mohammed Wishah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi