Iran dan AS Berhenti Perang Dua Pekan, Selat Hormuz Kembali Dibuka!

AKURAT.CO Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati penghentian permusuhan selama dua minggu sebagai bagian dari kesepakatan sementara, dengan syarat jalur strategis Selat Hormuz akan dibuka kembali untuk sementara waktu di bawah pengawasan pasukan bersenjata Iran, menurut pengumuman resmi yang diunggah oleh akun Facebook Iran Military pada Rabu (8/4/2026).
Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz yang sebelumnya dibatasi aksesnya oleh otoritas Iran akan dibuka selama periode dua minggu tersebut.
“Selat Hormuz akan dibuka kembali untuk dua minggu di bawah pengawasan dan kontrol angkatan bersenjata Iran,” bunyi kutipan dari pernyataan itu.
Baca Juga: Trump Mundur dari Ancaman, Setuju Menggunakan Proposal 10 Poin Iran sebagai Dasar Negosiasi
Kerja sama ini terjadi setelah sengketa selama lebih dari satu bulan antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya, yang telah menyebabkan gangguan besar pada jalur perdagangan minyak dan gas dunia karena penutupan praktis selat tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan laut lepas, dan sebelumnya ditutup oleh Iran sebagai respons terhadap konflik yang semakin memanas serta tekanan militer AS dan Israel.
Menurut laporan The Guardian, hari ini Rabu (8/4/2026),, kesepakatan dua pekan itu juga mencakup gencatan senjata timbal balik antara kedua pihak, yang dimaksudkan untuk membuka ruang bagi negosiasi lebih lanjut berdasarkan proposal damai yang pernah diajukan oleh Iran. Proposal tersebut mencakup poin-poin yang menjadi dasar pembicaraan untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Kesepakatan sementara ini dipandang sebagai langkah penting untuk menenangkan ketegangan di kawasan dan membuka kembali jalur perdagangan global yang sempat terhambat.
Akan tetapi, baik Tehran maupun Washington belum mengumumkan rincian teknis lengkap dari pembukaan Selat Hormuz maupun kelanjutan negosiasi yang diperkirakan akan berlangsung selama periode dua minggu tersebut.
Baca Juga: Iran Ajukan Proposal 10 Poin, Trump Antusias Lihat Sinyal Perang akan Berakhir
Pembukaan kembali selat ini dapat memberikan relief bagi pasar energi dunia yang selama ini mengalami dampak signifikan akibat penguncian jalur pelayaran utama tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi independen dari pemerintah AS terkait pengaturan keamanan dan mekanisme pengawasan selat selama periode gencatan senjata tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









