Akurat Logo

Trump Mundur dari Ancaman, Setuju Menggunakan Proposal 10 Poin Iran sebagai Dasar Negosiasi

Lufaefi | 8 April 2026, 06:52 WIB
Trump Mundur dari Ancaman, Setuju Menggunakan Proposal 10 Poin Iran sebagai Dasar Negosiasi
Donald Trump Setujui 10 Proposal Iran Sebagai Dasar Negosiasi (istimewa)

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump dilaporkan menarik kembali ancaman sebelumnya terhadap infrastruktur Iran dan menyatakan kesediaannya menggunakan proposal 10 poin yang diajukan Teheran sebagai dasar negosiasi lanjutan.

Laporan tersebut disampaikan Tasnim News Agency pada Rabu (8/4/2026), mengutip pernyataan Trump melalui akun media sosialnya.

“ Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan saya percaya itu dapat menjadi dasar yang dapat diandalkan untuk negosiasi,” tulis Trump dalam unggahannya.

Menurut laporan tersebut, gencatan senjata selama dua minggu telah disepakati antara Iran dan pihak Zionis-Amerika dengan sejumlah persyaratan tertentu.

Baca Juga: Iran Klaim Kemenangan Bersejarah atas AS: Washington Terpaksa Terima Proposal 10 Poin

Trump juga disebut mengonfirmasi kesepakatan tersebut dan menyatakan bahwa periode dua minggu itu dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi penyelesaian dan perampungan kesepakatan yang lebih komprehensif.

Trump sebelumnya sempat melontarkan ancaman keras terhadap Iran, termasuk peringatan mengenai tindakan militer lanjutan jika tuntutan Washington tidak dipenuhi. Namun dalam pernyataan terbarunya, ia menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap jalur diplomasi.

Kantor berita tersebut juga melaporkan bahwa rincian lebih lanjut mengenai mekanisme gencatan senjata dan isi lengkap kesepakatan akan diumumkan oleh pihak Iran dalam waktu dekat.

Baca Juga: Iran Ajukan Proposal 10 Poin, Trump Antusias Lihat Sinyal Perang akan Berakhir

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Gedung Putih terkait perubahan sikap tersebut maupun detail teknis dari proposal 10 poin yang dimaksud. Namun perkembangan ini dinilai sebagai titik penting dalam dinamika konflik yang telah berlangsung selama 40 hari terakhir.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi