Akurat Logo

Iran Klaim Kemenangan Bersejarah atas AS: Washington Terpaksa Terima Proposal 10 Poin

Lufaefi | 8 April 2026, 06:43 WIB
Iran Klaim Kemenangan Bersejarah atas AS: Washington Terpaksa Terima Proposal 10 Poin
Ilustrasi: Iran Klaim Menang Lawan AS (istimewa)

AKURAT.CO Pemerintah Iran menyatakan telah meraih kemenangan bersejarah dan telak atas Amerika Serikat dan Israel setelah 40 hari perang, serta mengklaim bahwa Washington terpaksa menerima proposal 10 poin yang diajukan Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam pesan resmi yang ditujukan kepada rakyat Iran pada hari ke-40 konflik yang dimulai 28 Februari lalu.

“Kami menyampaikan kepada bangsa Iran yang mulia, agung, dan heroik bahwa musuh telah menderita kekalahan yang tak terbantahkan,” demikian bunyi pernyataan itu, dikutip Press TV, Rabu (8/4/2026).

Dewan tersebut menyatakan bahwa pihak lawan tidak melihat jalan keluar lain selain tunduk pada kehendak bangsa Iran yang agung dan Poros Perlawanan.

Menurut pernyataan tersebut, Amerika Serikat disebut telah menyetujui proposal 10 poin Iran yang mencakup penghentian agresi terhadap Iran, pengakuan hak Iran untuk memperkaya uranium, pencabutan seluruh sanksi primer dan sekunder, pembatalan resolusi Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur IAEA terhadap Iran, pembayaran ganti rugi atas kerusakan perang, serta penarikan pasukan tempur AS dari kawasan.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Iran dan AS Sepakat Hentikan Permusuhan Dua Pekan, Negosiasi Berlangsung di Pakistan!

“Iran telah meraih kemenangan besar dan telah memaksa Amerika yang kriminal untuk menerima proposal 10 poinnya sendiri,” tegas pernyataan itu.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi juga menggambarkan konflik 40 hari terakhir sebagai salah satu pertempuran gabungan terberat dalam sejarah, dengan mengklaim bahwa Iran dan sekutunya di Lebanon, Irak, Yaman, serta Palestina memberikan pukulan besar terhadap kekuatan militer Amerika di kawasan.

“Iran dan gerakan perlawanan hampir sepenuhnya menghancurkan mesin militer Amerika di kawasan itu,” lanjut pernyataan tersebut.

Badan tersebut menambahkan bahwa sejak 10 hari pertama perang, Amerika Serikat dinilai telah menyadari tidak akan mampu memenangkan konflik. Karena itu, menurut mereka, Washington mulai menjalin berbagai saluran komunikasi untuk meminta gencatan senjata.

“Tidak satu pun dari tujuan utama musuh terwujud,” demikian isi pernyataan itu, seraya menyebut bahwa pihak lawan awalnya memperkirakan kemenangan cepat dengan asumsi kemampuan rudal dan drone Iran akan segera dilumpuhkan.

Meski menyatakan kemenangan, otoritas keamanan Iran tetap menyerukan kewaspadaan nasional. Mereka menegaskan bahwa hingga rincian akhir kesepakatan dirampungkan, persatuan dan kehati-hatian tetap diperlukan.

Pernyataan Iran itu muncul beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump mengumumkan penangguhan pengeboman terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Teheran membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman.

Sebelumnya, Trump juga sempat memperingatkan bahwa konsekuensi besar akan terjadi jika Iran tidak memenuhi tuntutan tersebut. Pernyataan keras itu memicu reaksi luas, termasuk kritik dari sejumlah tokoh internasional dan anggota parlemen Amerika Serikat.

Baca Juga: Trump Umumkan Penangguhan Serangan ke Iran Selama Dua Pekan, Syaratkan Pembukaan Selat Hormuz

Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar seperlima distribusi minyak dunia, dilaporkan dibatasi Iran sejak pecahnya perang pada akhir Februari. Pejabat Iran menegaskan bahwa jalur strategis tersebut tidak akan dibuka kembali kecuali tuntutan mereka, termasuk penghentian permanen serangan AS-Israel, dipenuhi.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait klaim Iran bahwa proposal 10 poin tersebut telah diterima sepenuhnya. Situasi kawasan tetap dinamis di tengah upaya diplomasi dan gencatan senjata sementara yang sedang dibahas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi