Akurat Logo

Israel Bunuh Sejumlah Jurnalis Lebanon, Menlu Iran: Upaya Pembunuhan Terhadap Kebenaran

Lufaefi | 30 Maret 2026, 12:08 WIB
Israel Bunuh Sejumlah Jurnalis Lebanon, Menlu Iran: Upaya Pembunuhan Terhadap Kebenaran
Menlu Iran Araghci (istimewa)

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengecam keras tewasnya sejumlah jurnalis Lebanon dalam serangan yang dituduhkan kepada Israel.

Ia menyebut insiden tersebut sebagai upaya untuk membunuh kebenaran dan membungkam suara media yang melaporkan realitas di lapangan.

Dalam pernyataan yang dirilis Minggu (29/3/2026), Araqchi mengutuk apa yang ia sebut sebagai tindakan terarah terhadap jurnalis yang bekerja untuk jaringan Al-Manar dan Al-Mayadeen.

Ia menyatakan bahwa pembunuhan tersebut bukan hanya kehilangan besar bagi komunitas media kawasan, tetapi juga menjadi peringatan serius bagi dunia internasional.

Baca Juga: Kapal Indonesia Diblokade Masuk Selat Hormuz, Karena Kapal Iran Pernah Dilelang Indonesia?

Araqchi menyebut kematian Ali Shoeib, Mohammad Fatouni, dan Fatima Fatouni sebagai tindakan yang disengaja untuk membungkam pihak-pihak yang menyampaikan informasi dari wilayah konflik.

“Ini bukan sekadar penghilangan individu, tetapi upaya nyata untuk membungkam kebenaran,” ujarnya.

Menurutnya, serangan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran terhadap hukum dan konvensi internasional yang mengatur perlindungan pekerja media di zona konflik. Ia juga menuding Israel memiliki rekam jejak panjang dalam menargetkan personel media.

Pemerintah Iran menyerukan agar komunitas internasional mengambil langkah konkret untuk memastikan perlindungan jurnalis dan meminta pertanggungjawaban atas insiden tersebut.

Araqchi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan rekan-rekan mereka, seraya menegaskan bahwa upaya membungkam kebenaran tidak akan berhasil.

Baca Juga: Jutaan Warga Turun ke Jalan, Gelombang Demo “No Kings” Protes Trump dan Perang Iran

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel terkait tuduhan tersebut. Situasi keamanan di kawasan tetap tegang di tengah meningkatnya konflik regional yang melibatkan beberapa pihak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi