Para Pemuda Iran Antre Daftar Jadi Tentara untuk Perang Lawan AS-Israel

AKURAT.CO Gelombang mobilisasi dilaporkan terjadi di Iran menyusul meningkatnya ketegangan konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Dalam beberapa hari terakhir, para pemuda Iran terlihat antre di sejumlah pusat perekrutan militer untuk mendaftarkan diri sebagai tentara sukarelawan.
Sumber militer setempat menyebut lonjakan pendaftaran terjadi di berbagai kota besar, termasuk ibu kota Tehran. Para sukarelawan mendaftar untuk bergabung dengan paramiliter Basij, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), serta angkatan bersenjata reguler Iran.
Langkah ini muncul di tengah laporan bahwa Amerika Serikat mengirim tambahan pasukan ke kawasan Timur Tengah, termasuk personel Marinir dan pasukan lintas udara, menyusul eskalasi konflik dengan Iran.
Baca Juga: Pentingnya Perlindungan Data Pribadi: Tips Aman Hindari Pencurian Identitas
Media Iran Tasnim, Sabtu (29/3/2026) melaporkan pemerintah telah menyiapkan hingga satu juta personel untuk mengantisipasi kemungkinan serangan darat. Fokus penguatan pertahanan disebut berada di Pulau Kharg, wilayah strategis di dekat Strait of Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Hampir 90 persen ekspor minyak Iran dilaporkan melalui pulau tersebut.
Pejabat militer Iran juga menegaskan akan mempertahankan pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz. Mereka memperingatkan bahwa upaya pembukaan jalur tersebut secara paksa dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas.
Sementara itu, konflik regional kian meluas setelah kelompok Houthi movement di Yaman dilaporkan meluncurkan rudal ke arah wilayah Israel. Militer Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasi sirene serangan udara sempat diaktifkan di sejumlah kota di Israel selatan menyusul peluncuran tersebut.
Baca Juga: Kapal Indonesia Diblokade Masuk Selat Hormuz, Karena Kapal Iran Pernah Dilelang Indonesia?
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah pun semakin tegang, dengan berbagai pihak meningkatkan kesiapsiagaan militer. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kemungkinan dimulainya operasi darat skala penuh, namun mobilisasi di berbagai negara menunjukkan konflik berpotensi memasuki fase yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver








