Akurat Logo

Banyak Tentara AS Stres dan Frustrasi: Kami Tidak Ingin Mati Demi Israel

Lufaefi | 26 Maret 2026, 10:00 WIB
Banyak Tentara AS Stres dan Frustrasi: Kami Tidak Ingin Mati Demi Israel
Tentara AS di Afghanistan (press tv)

AKURAT.CO Sebuah laporan menyebut munculnya ketidakpuasan moral di kalangan militer Amerika Serikat terkait potensi perang melawan Iran yang disebut diluncurkan atas nama kepentingan Israel.

Dalam laporan yang dikutip HuffPost dan diberitakan kembali oleh Press TV, Rabu (25/3/2026) sejumlah prajurit aktif, prajurit cadangan, serta kelompok advokasi menyampaikan adanya tekanan psikologis, stres berat, dan frustrasi di tubuh angkatan bersenjata AS.

Seorang veteran sekaligus anggota cadangan yang menjadi mentor perwira muda mengatakan banyak tentara menyampaikan kepadanya bahwa mereka tidak ingin mati untuk Israel. Ia juga menyebut para prajurit merasa tidak ingin dijadikan pion politik dalam konflik yang dinilai tidak memiliki kepentingan langsung bagi mereka.

Baca Juga: Klaim Hantam 10.000 Target di Iran, AS: Kemampuan Militer Teheran Lumpuh

Laporan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan pengerahan tambahan ribuan pelaut dan personel Marinir ke kawasan Asia Barat. Langkah itu memicu kekhawatiran tentang kemungkinan operasi darat Amerika Serikat di Iran.

Menurut laporan yang sama, sejumlah personel yang berpotensi diterjunkan dalam operasi darat menunjukkan sikap waspada bahkan penolakan. Seorang pejabat AS yang mengetahui situasi tersebut menggambarkan opsi operasi darat sebagai bencana besar.

Ia menyebut bahkan belum ada rencana matang dan kemampuan mempertahankan satu pangkalan darat secara penuh di kawasan pun dipertanyakan.

Kurangnya narasi yang jelas dan konsisten untuk membenarkan perang disebut menjadi salah satu sumber utama ketidakpuasan di kalangan prajurit. Sejumlah tentara cadangan menilai konflik tersebut menempatkan mereka dalam bahaya tanpa manfaat strategis yang jelas bagi Amerika Serikat.

Di sisi lain, pejabat militer Iran telah memperingatkan agar Washington tidak menyeret tentaranya ke dalam konflik terbuka. Iran menyatakan pasukannya telah lama berlatih perang asimetris dan siap menghadapi kemungkinan eskalasi di medan tempur.

Sejak konflik meningkat pada 28 Februari, sejumlah laporan menyebut fasilitas Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia dan wilayah Israel menjadi sasaran serangan rudal balistik dan drone Iran.

Baca Juga: Iran Siapkan Kuburan Massal untuk Tentara AS yang Menginjakkan Kaki di Teheran

Mike Prysner dari Center on Conscience and War mengatakan bagi banyak tentara, serangan terhadap sekolah perempuan di Minab pada hari pertama perang menjadi titik balik emosional yang memicu keresahan mendalam di kalangan pasukan.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Departemen Pertahanan AS yang menanggapi laporan tersebut secara rinci. Namun dinamika ini menunjukkan tekanan internal yang meningkat di tengah ketegangan geopolitik yang terus berkembang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi