Iran Siapkan Kuburan Massal untuk Tentara AS yang Menginjakkan Kaki di Teheran

AKURAT.CO Otoritas pemakaman terbesar di Teheran, Behesht-e Zahra, mengonfirmasi telah menyiapkan sekitar 5.000 liang lahat yang disebut diperuntukkan bagi tentara Amerika Serikat dan sekutunya jika terjadi invasi darat ke wilayah Iran.
Informasi ini ramai diberitakan melalui sosial media yang diterima Akurat.co, Kamis (26/3/2026) pagi ini.
Langkah ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, menyusul laporan pengerahan armada tempur Amerika Serikat di Teluk Persia dan serangkaian serangan udara yang menghantam fasilitas strategis Iran dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Sangat Berat! Iran Ajukan Syarat Ini untuk Trump Jika Ingin Akhiri Perang
CEO Behesht-e Zahra, Muhammad Javad Tajik, menyatakan ribuan liang lahat tersebut telah digali di area khusus di luar batas Kota Teheran. Lokasi itu dipilih agar jenazah pasukan penyerang tidak dimakamkan di kawasan permukiman warga sipil.
Ia mengatakan pihaknya melakukan manajemen krisis dan telah menyiapkan tempat peristirahatan terakhir bagi agresor asing jika mereka berani menginjakkan kaki di tanah Iran.
Pernyataan tersebut mempertegas sikap keras sejumlah pejabat Iran dalam merespons potensi operasi darat oleh Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Israel.
Wakil Ketua Dewan Kota Teheran, Parviz Sarvari, menyebut 5.000 liang lahat itu hanya permulaan. Ia memperingatkan bahwa jika Washington dan Tel Aviv melakukan kesalahan strategis dengan melancarkan serangan darat, maka seluruh wilayah Iran akan menjadi kuburan bagi tentara mereka dan tidak satu pun penyerang akan pulang dengan selamat.
Baca Juga: Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata 15 Poin AS: Kami yang Memberi Syarat untuk Mengakhiri Perang!
Sementara itu, dari unsur militer, Laksamana Muda Alireza Tangsiri yang merupakan pejabat di Islamic Revolutionary Guard Corps menyatakan pulau-pulau strategis Iran di Teluk Persia telah diperkuat. Ia menegaskan wilayah tersebut siap menjadi titik mematikan bagi kapal perang dan pasukan komando lawan.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait pernyataan tersebut. Namun retorika yang berkembang menunjukkan eskalasi perang pernyataan di tengah situasi keamanan kawasan yang semakin tegang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







