Serangan Israel ke Iran Menurun, Terbaru Hanya Serang Gedung Kosong dan Pasar Ikan

AKURAT.CO Intensitas serangan Israel ke Iran dilaporkan menurun drastis dalam beberapa hari terakhir. Serangan terbaru pada Kamis pagi disebut hanya menyasar gedung-gedung kosong dan sebuah pasar ikan, tanpa target strategis militer.
Laporan yang dikutip dari Press TV, Kamis 26 Maret 2026, menyebutkan bahwa frekuensi dan skala serangan Israel mengalami penurunan signifikan dibandingkan fase awal konflik.
Sebaliknya, Iran justru meningkatkan intensitas serangannya ke wilayah Israel. Dalam beberapa hari terakhir, Teheran disebut melancarkan serangan balistik besar-besaran dengan daya ledak tinggi. Bahkan, serangan dilaporkan terjadi hampir setiap dua hingga tiga jam.
Sumber yang sama menyebut sistem pertahanan udara Israel saat ini berada dalam kondisi lemah, sehingga kewalahan menghadapi rentetan rudal yang terus diluncurkan.
Baca Juga: Iran Siapkan Kuburan Massal untuk Tentara AS yang Menginjakkan Kaki di Teheran
Salah satu faktor yang disebut memicu penurunan agresivitas Israel dan Amerika Serikat adalah keberhasilan Iran menembak jatuh sejumlah pesawat tempur, mulai dari F-16 hingga F-35 dalam sepekan terakhir. Kejadian itu disebut menjadi peringatan serius bagi armada udara lain yang hendak melakukan serangan.
Faktor lain adalah penggunaan rudal balistik dengan hulu ledak cluster oleh Iran. Jenis persenjataan ini disebut menjadi pengubah permainan di medan perang karena dinilai sulit dicegat dan memiliki dampak luas.
Militer Israel dilaporkan mengakui bom cluster memberikan dampak besar dan tidak dapat dicegat secara efektif, sehingga menyebabkan kerusakan di sejumlah kota.
Di sisi lain, disebutkan bahwa Amerika Serikat dan Israel tengah berupaya menjajaki negosiasi dan membuka peluang perundingan. Namun hingga kini, Iran belum memberikan respons positif terhadap upaya tersebut.
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga dikabarkan mengalami kebuntuan dan perbedaan tajam terkait arah perang selanjutnya. Netanyahu disebut tetap mendorong kelanjutan operasi militer hingga target Israel tercapai, termasuk penghancuran program balistik dan nuklir Iran.
Sementara itu, Trump dilaporkan menghadapi tekanan internasional dan pasar yang semakin besar, sehingga cenderung mengambil sikap lebih lunak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







