Akurat Logo

Israel Surati UNICEF, Tuduh Iran Lakukan Serangan Membabi Buta terhadap Anak-Anak

Lufaefi | 25 Maret 2026, 10:08 WIB
Israel Surati UNICEF, Tuduh Iran Lakukan Serangan Membabi Buta terhadap Anak-Anak
Nina Ben-Ami, Deputi Direktur Jenderal untuk PBB dan Organisasi Internasional di Kementerian Luar Negeri Israel (istimewa)

AKURAT.CO Kementerian Luar Negeri Israel melayangkan surat resmi kepada Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, terkait tuduhan serangan rudal Iran yang disebut menyasar warga sipil dan anak-anak Israel.

Surat tertanggal 23 Maret 2026 yang diunggah melalui akun Facebook resmi Kementerian Luar Negeri Israel pada Selasa (24/3/2026) itu ditandatangani oleh Nina Ben-Ami selaku Deputi Direktur Jenderal untuk PBB dan Organisasi Internasional di Kementerian Luar Negeri Israel.

Dalam surat yang berbahasa Inggris tersebut, Israel meminta perhatian segera dan kecaman tegas atas apa yang mereka sebut sebagai serangan balistik tanpa pandang bulu oleh Republik Islam Iran terhadap populasi sipil Israel, termasuk dugaan penggunaan amunisi tandan.

Baca Juga: Amerika Serikat Siapkan 3.000–4.000 Pasukan Elite ke Timur Tengah

“Saya menulis untuk meminta perhatian segera dan kecaman tegas atas serangan rudal balistik tanpa pandang bulu yang sedang berlangsung oleh Republik Islam Iran terhadap populasi sipil Israel,” tulis Ben-Ami dalam surat itu.

Israel mengklaim serangan pada 21 Maret menghantam sejumlah wilayah permukiman, termasuk Kota Rishon LeZion dan Arad.

Dalam surat tersebut disebutkan sebuah rudal yang dilengkapi amunisi tandan menghantam Rishon LeZion dan menyebarkan submunisi di 11 lokasi berbeda, termasuk taman kanak-kanak dan pusat penitipan anak yang saat itu disebut sedang kosong.

Di Arad, serangan lain dilaporkan menyebabkan lebih dari 115 warga sipil dievakuasi ke Soroka Medical Center.

“Di antara yang terluka terdapat 18 anak-anak dan bayi, termasuk seorang anak perempuan berusia lima tahun dalam kondisi kritis, serta empat anak lainnya yang saat ini berjuang untuk hidup mereka di unit perawatan intensif anak,” tulis Ben-Ami.

Israel juga menyebut serangan di Dimona menyebabkan bangunan tempat tinggal runtuh sebagian dan melukai sekitar 60 warga sipil, termasuk anak laki-laki berusia 12 tahun dan 10 tahun yang mengalami luka serpihan parah.

Dalam surat itu disebutkan pula insiden pada 1 Maret di Beit Shemesh yang diklaim menewaskan sembilan warga sipil, termasuk tiga remaja bersaudara berusia 13, 15, dan 16 tahun.

“Di antara mereka, tiga saudara remaja berusia 13, 15, dan 16 tahun tewas bersama saat mencari perlindungan,” tulisnya.

Israel juga menyoroti dampak psikologis terhadap anak-anak akibat konflik yang berkepanjangan. Ribuan anak Israel disebut tengah menerima perawatan psikologis akibat trauma ledakan dan masa tinggal lama di tempat perlindungan bom.

Baca Juga: Militer Iran Gertak Trump: Hanya Bisa Retorika Kosong di Medsos

Dalam penutup suratnya, Ben-Ami mendesak UNICEF untuk mengeluarkan kecaman publik secara eksplisit terhadap Iran.

“Saya mendesak UNICEF untuk mengeluarkan kecaman publik yang segera dan tegas terhadap Republik Islam Iran atas kekejaman ini, dan berdiri tanpa ragu dalam membela anak-anak Israel,” tulisnya.

Terhadap postingan Kementerian Luar Negeri Israel ini, sejumlah Netizen berkomentar dengan nada heran.

Sebuah akun Facebook dengan nama @hareets Mohamed ****** berkomentar dengan membandingkan perilaku Israel atas Gaza, "Lantas apa yang kalian lakukan kepada Gaza?"

Sementara itu akun dengan nama **Sadi berkomentar bahwa apa yang dilakukan Israel terkait menyurati UNICEF adalah sebuah kebohongan yang sudah sering dilakukan Israel. "Kelucuan apa lagi ini pembohong besar," katanya.

Akun lain dengan nama Geshon ****** memberikan komentar dengan mengedepankan aspek kemanusiaan. "Mari kita berdoa untuk anak-anak Palestina, anak-anak Iran, dan anak-anak Lebanon. Mereka bukanlah makhluk yang lebih rendah, mereka adalah anak-anak yang tidak bersalah, sama seperti anak-anak Israel. Mereka menghirup udara yang sama, membawa darah manusia yang sama, dan memiliki hak yang sama untuk hidup dan bermartabat," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran maupun UNICEF terkait surat tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi