Akurat Logo

Militer Iran Gertak Trump: Hanya Bisa Retorika Kosong di Medsos

Lufaefi | 25 Maret 2026, 09:12 WIB
Militer Iran Gertak Trump: Hanya Bisa Retorika Kosong di Medsos
Juru Bicara Markas Besar Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari (Instagram)

AKURAT.CO Militer Iran menggertak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai lebih banyak melontarkan retorika dan ancaman melalui media sosial ketimbang menunjukkan hasil nyata di medan perang.

Juru Bicara Markas Besar Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa hasil konflik tidak ditentukan lewat pernyataan di platform X (dulu Twitter), melainkan di lapangan.

“Perang ditentukan di medan pertempuran, bukan di media sosial,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga: Bantah Trump, Iran: AS yang Minta Negosiasi Akhiri Perang

Pernyataan tersebut merupakan respons atas klaim Trump yang menyebut Amerika Serikat telah memenangkan perang dan menghancurkan kekuatan laut Iran. Dalam sebuah pidato di Washington DC, Trump bahkan mengklaim puluhan kapal Iran telah ditenggelamkan.

Namun, pihak Iran menyebut klaim itu tidak sejalan dengan situasi aktual. Hingga memasuki pekan ketiga konflik, Teheran menegaskan masih melakukan perlawanan dan telah menyiapkan langkah-langkah baru yang disebut akan berdampak besar.

Sumber militer Iran yang dikutip media setempat menyatakan bahwa kejutan baru tengah disiapkan dan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Zolfaghari juga melontarkan sindiran dengan menyebut konflik ini lebih tepat disebut sebagai Ketakutan Epik ketimbang Kemarahan Epik, merujuk pada narasi yang berkembang dari pihak Amerika.

Ia bahkan menyarankan Trump untuk lebih mencermati dampak konflik terhadap pasar saham dan harga minyak global, yang dinilai bisa terdampak oleh eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Serangan Amerika Serikat-Israel Kembali Sasar PLTN Bushehr Iran

Sementara itu, Trump sebelumnya mengaku telah menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh senior Iran untuk mengakhiri perang.

Ia juga sempat memuji rakyat Iran sebagai bangsa yang cerdas, seraya mengakui bahwa dinamika di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan perhitungan awal.

Ketegangan antara kedua negara masih terus berlangsung, dengan masing-masing pihak mempertahankan narasi dan klaimnya di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi