Akurat Logo

Bantah Trump, Iran: AS yang Minta Negosiasi Akhiri Perang

Lufaefi | 25 Maret 2026, 08:43 WIB
Bantah Trump, Iran: AS yang Minta Negosiasi Akhiri Perang
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismael Baghei (istimewa)

AKURAT.CO Pemerintah Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut Teheran lebih dulu memohon negosiasi untuk mengakhiri perang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan hingga saat ini tidak ada pembicaraan langsung antara Teheran dan Washington. Pernyataan itu disampaikan Rabu (25/3/2026), dikutip dari kantor berita resmi Iran.

Menurut Baghaei, justru Amerika Serikat yang lebih dulu mengirim pesan melalui sejumlah negara sahabat untuk membuka perundingan guna mengakhiri konflik.

“Kami belum melakukan pembicaraan dengan AS. Dalam beberapa hari terakhir, pesan telah diterima dari sejumlah negara sahabat mengenai tuntutan AS untuk pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang,” ujarnya.

Baca Juga: Serangan Amerika Serikat-Israel Kembali Sasar PLTN Bushehr Iran

Ia mengakui terdapat komunikasi tidak langsung melalui mediator, namun menegaskan hal itu bukan negosiasi formal seperti yang diklaim Trump.

Baghaei menjelaskan, pesan dari Washington telah diterima dan ditanggapi sesuai dengan prinsip kebijakan luar negeri Iran. Dalam komunikasi tersebut, Teheran juga menyampaikan peringatan keras terkait potensi dampak serius apabila terjadi serangan terhadap infrastruktur penting Iran.

Sebelumnya, Trump menyatakan negosiasi langsung antara kedua negara telah berlangsung dan mengisyaratkan adanya permintaan dari Iran untuk mengakhiri perang. Namun, pernyataan itu dibantah tegas oleh pihak Teheran.

Ketegangan antara Iran dan AS masih terus berlangsung di tengah konflik kawasan yang belum mereda. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Washington terkait pernyataan terbaru pemerintah Iran tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi