Akurat Logo

4 Fakta Rudal Sejjil, Senjata Strategis Iran yang Pertama Kali Diluncurkan ke Israel

Lufaefi | 16 Maret 2026, 10:03 WIB
4 Fakta Rudal Sejjil, Senjata Strategis Iran yang Pertama Kali Diluncurkan ke Israel
Ilustrasi Rudal Sejjil Iran (istimewa)

AKURAT.CO Iran dilaporkan untuk pertama kalinya menggunakan rudal balistik Sejjil dalam rangkaian serangan terbarunya ke Israel. Rudal ini disebut sebagai salah satu senjata paling canggih dalam arsenal militer Teheran.

Penggunaan Sejjil diumumkan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) sebagai bagian dari gelombang serangan lanjutan dalam operasi militer yang sedang berlangsung.

Berikut empat fakta terkait rudal Sejjil:

1. Rudal Balistik Dua Tahap Berbahan Bakar Padat

Sejjil merupakan rudal balistik jarak menengah (MRBM) dua tahap yang menggunakan bahan bakar padat (solid propellant). Teknologi bahan bakar padat menjadi keunggulan utama karena memungkinkan rudal disiapkan dan diluncurkan lebih cepat dibandingkan rudal berbahan bakar cair.

Dengan waktu persiapan yang lebih singkat, peluang lawan untuk mendeteksi dan menggagalkan peluncuran menjadi lebih kecil.

Secara spesifikasi, Sejjil memiliki jangkauan operasional sekitar 2.000 hingga 2.500 kilometer. Jarak tersebut cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Israel dari lokasi peluncuran di Iran bagian barat.

Rudal ini diperkirakan mampu membawa hulu ledak konvensional dengan bobot antara 500 hingga 1.500 kilogram.

Baca Juga: Rudal Sejjil Iran, Seperti Apa Kehebatannya Dibanding Rudal Israel dan AS?

2. Dijuluki “Rudal Menari”

Sejjil kerap dijuluki sebagai rudal menari karena kemampuannya bermanuver pada fase terminal, yakni saat kembali memasuki atmosfer sebelum menghantam target.

Kemampuan manuver ini dinilai membuatnya lebih sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara berlapis. Israel sendiri diketahui memiliki sistem pencegat balistik seperti Arrow, yang dirancang untuk menghadapi ancaman rudal jarak jauh.

Namun manuver tak terduga pada fase akhir penerbangan disebut dapat menyulitkan proses intersepsi.

Selain dikenal sebagai Sejjil, rudal ini juga disebut dengan nama Ashura dalam sejumlah laporan militer.

3. Digunakan dalam Operasi Balasan

IRGC menyatakan penggunaan Sejjil merupakan bagian dari gelombang serangan ke-54 dalam operasi militer yang dinamai Operasi Janji Sejati 4. Serangan tersebut diklaim menargetkan pusat komando udara, industri pertahanan, serta lokasi strategis militer Israel.

Penggunaan rudal ini juga dikaitkan dengan eskalasi konflik yang meningkat sejak akhir Februari lalu.

4. Posisi Sejjil dalam Kekuatan Militer Iran

Sejjil dianggap sebagai simbol kemajuan teknologi misil Iran. Pengembangan rudal ini telah dimulai sejak dekade 1990-an dan mengalami beberapa tahap uji coba hingga mampu mencapai jangkauan mendekati 2.000 kilometer.

Baca Juga: Zelenskiyy Siap Bantu Timur Tengah Lawan Drone Iran, Tapi ada Syaratnya!

Dengan sistem dua tahap dan bahan bakar padat, Sejjil menempatkan Iran dalam kelompok negara yang memiliki kemampuan rudal balistik jarak menengah modern.

Meski demikian, efektivitasnya dalam medan tempur sangat bergantung pada faktor lain seperti sistem pertahanan lawan, deteksi radar, dan integrasi komando militer.

Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, kemunculan Sejjil dalam konflik ini menambah dimensi baru dalam perimbangan kekuatan militer di Timur Tengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi