Tidak Ikut Perang Lawan Iran, Anak Netanyahu Kabur ke Amerika Serikat

AKURAT.CO Putra Perdana Menteri Israel, Yair Netanyahu, menjadi sorotan setelah diketahui berada di Miami, Amerika Serikat, saat Israel menghadapi serangan rudal Iran. Keberadaannya di luar negeri memicu kritik, terutama karena ia tidak terlibat dalam dinas militer cadangan di tengah krisis.
Yair mengakui dirinya tinggal di Miami. Dalam wawancara dengan media Israel, Maariv, ia menjelaskan alasan kepindahannya dari Israel menyusul gelombang demonstrasi di dekat rumahnya.
“Saya sendirian di rumah dan sempat berpikir para demonstran akan menerobos masuk. Mereka memanjat pagar dengan obor dan mengatakan akan membunuh saya, sementara polisi tidak melakukan apa-apa,” ujarnya.
Ia juga mengklaim tetap menjadi sasaran pengawasan setelah pindah ke Amerika Serikat.
“Ketika saya pindah ke Amerika, ada pihak yang memasang penyelidikan terhadap saya dengan biaya jutaan dolar. Saya bahkan tidak bisa pergi ke restoran dengan tenang,” katanya.
Kritik terhadap Yair juga datang dari Amerika Serikat. Jurnalis senior AS, Megyn Kelly, dalam program The Megyn Kelly Show, menyoroti isu keterlibatan militer di tengah konflik.
Baca Juga: Diamnya Putra Netanyahu di X Picu Spekulasi PM Israel Tewas
“Menurut saya, enam tentara itu tidak mati untuk Amerika Serikat, tetapi untuk Iran atau Israel. Tidak seorang pun seharusnya mati demi negara asing,” ujarnya, merujuk pada insiden jatuhnya pesawat pengangkut bahan bakar AS di Irak.
Dalam diskusi yang sama, pengusaha keamanan Erik Prince juga menyinggung posisi Yair Netanyahu.
“Netanyahu seharusnya membawa pulang putranya dari Amerika dan memintanya bertugas di IDF, bukan meminta putra-putri Amerika yang melakukannya,” kata Prince.
Yair Netanyahu lahir pada 26 Juli 1991 dan merupakan anak kedua dari Benjamin Netanyahu. Ia memiliki seorang saudara laki-laki, Avner Netanyahu, serta saudara tiri perempuan, Noa Netanyahu-Roth.
Hingga kini, Yair belum memberikan pernyataan tambahan terkait kritik yang muncul. Sementara itu, perdebatan mengenai peran keluarga pemimpin di masa konflik terus bergulir di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









