Konflik Hezbollah-Israel, Parlemen Lebanon Tunda Pemilu Legislatif Selama Dua Tahun

AKURAT.CO Parlemen Lebanon pada Senin (9/3) memutuskan menunda pelaksanaan pemilihan legislatif selama dua tahun. Penundaan itu dilakukan di tengah perang yang melibatkan Israel dan kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran, Hezbollah.
Keputusan tersebut diumumkan melalui pernyataan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, yang juga dikenal sebagai sekutu utama Hezbollah. Pemilu legislatif sebelumnya dijadwalkan digelar pada Mei mendatang.
“Parlemen menyetujui perpanjangan masa jabatannya selama dua tahun,” demikian pernyataan yang disampaikan Berri.
Lebanon Terseret Konflik Regional
Lebanon terseret ke dalam konflik kawasan pekan lalu setelah Hezbollah melancarkan serangan terhadap Israel. Serangan itu disebut sebagai respons atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Para anggota parlemen tetap menggelar sidang meski pesawat tempur Israel dilaporkan terbang di atas wilayah pinggiran selatan ibu kota Beirut.
Beberapa anggota parlemen dari blok Hezbollah yang beranggotakan 13 orang juga terlihat menghadiri sidang tersebut, termasuk pemimpin fraksi mereka, Mohammed Raad.
Lebanon Pernah Tunda Pemilu Sebelumnya
Penundaan pemilu bukan pertama kali terjadi di Lebanon. Negara tersebut pernah menunda pemilihan legislatif dua kali pada 2013 dan 2014 akibat perpecahan politik yang dipicu perang di negara tetangga, Syria.
Pemilu juga kembali ditunda pada 2017 karena perselisihan mengenai undang-undang pemilu.
Pada pemilihan terakhir yang digelar pada 2022, Hezbollah dan sekutunya kehilangan mayoritas di parlemen setelah dikalahkan oleh kelompok oposisi tradisional serta kandidat independen yang muncul dari gerakan protes Lebanon pada 2019.
Hingga kini parlemen Lebanon masih terpecah antara dua blok politik utama.
Pemerintah Lebanon Berencana Melucuti Hezbollah
Keputusan menunda pemilu muncul di tengah komitmen pemerintah Lebanon untuk melucuti persenjataan Hezbollah.
Langkah tersebut mendapat penolakan dari kelompok itu, yang tengah berupaya memperkuat kembali pengaruh politiknya setelah mengalami kerugian besar dalam konflik dengan Israel.
Sumber: Aawsat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9Prabowo Minta Mafia dan Kartel Haji Diberantas, Dorong Audit Forensik Keuangan
- 10KPK Dalami Setoran Berjenjang dari Kantor Pertanahan hingga Pejabat Kementerian ATR/BPN








