Akurat Logo

Iran Dilaporkan Hancurkan Radar Pertahanan Rudal AS Senilai Sekitar Rp5 Triliun di Yordania

Fitra Iskandar | 7 Maret 2026, 13:22 WIB
Iran Dilaporkan Hancurkan Radar Pertahanan Rudal AS Senilai Sekitar Rp5 Triliun di Yordania
Ilustrasi radar AN/TPY-2

AKURAT.CO Iran dilaporkan berhasil menghancurkan sebuah radar penting milik sistem pertahanan rudal Amerika Serikat pada hari-hari awal perang di Timur Tengah. Serangan tersebut disebut menimbulkan celah dalam sistem pengawasan udara dan pertahanan rudal AS di kawasan Teluk.

Laporan Bloomberg yang mengutip seorang pejabat AS menyebut radar tersebut berperan vital dalam mengarahkan sistem pertahanan rudal Amerika di kawasan.

Para analis menilai kerusakan radar itu berpotensi mengurangi kemampuan pengawasan terhadap ancaman rudal balistik di ketinggian tinggi.

Ryan Brobst, wakil direktur Foundation for Defense of Democracies (FDD), mengatakan serangan Iran terhadap radar sistem THAAD dapat menjadi salah satu serangan paling berhasil yang dilakukan Teheran sejauh ini.

Namun ia menambahkan militer AS dan sekutunya masih memiliki radar lain yang dapat digunakan untuk menjaga sistem pertahanan udara dan rudal di kawasan, sehingga kehilangan satu radar tidak sepenuhnya melumpuhkan sistem tersebut.

Radar THAAD Hancur di Pangkalan Udara Yordania

Menurut laporan CNN, citra satelit komersial menunjukkan radar AN/TPY-2 beserta peralatan pendukungnya hancur di Muwaffaq Salti Air Base di Yordania pada hari-hari awal perang.

Radar tersebut merupakan bagian dari sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang digunakan Amerika Serikat untuk mendeteksi dan menargetkan rudal balistik pada ketinggian sangat tinggi.

Seorang pejabat AS kemudian mengonfirmasi bahwa radar tersebut memang telah hancur akibat serangan.

Data dari FDD menunjukkan setidaknya ada dua serangan Iran yang dilaporkan terjadi di Yordania, masing-masing pada 28 Februari dan 3 Maret.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.