Krisis Tenaga Kerja Global, Negara-negara Ini Buka Peluang Besar bagi Pekerja Asing

AKURAT.CO Banyak negara di dunia kini menghadapi krisis tenaga kerja serius akibat menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya populasi usia lanjut.
Kondisi tersebut memaksa pemerintah di berbagai negara membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi tenaga asing untuk menjaga keberlangsungan sektor-sektor vital.
Jepang, misalnya, pada 2024 membuka lebih dari 2,3 juta lowongan kerja bagi pekerja asing, terutama di sektor kesehatan, teknologi, dan manufaktur.
Sementara di Eropa, kebutuhan tenaga kerja juga melonjak tajam.
Jermanmencatat lebih dari 1 juta lowongan pekerjaan, dengan proyeksi penerbitan lebih dari 220.000 visa kerja pada 2025.
Italia pun mengambil langkah serupa dengan merencanakan penerbitan 165.000 visa kerja baru pada 2025, terutama untuk sektor pertanian dan perhotelan.
Bagi Anda yang tengah mempertimbangkan bekerja di luar negeri, berikut daftar negara yang saat ini paling membutuhkan tenaga kerja asing.
Negara-Negara dengan Kekurangan Tenaga Kerja Tinggi
1. Jepang
Jepang mengalami kekurangan tenaga kerja hingga 85%, dipicu oleh penduduk lanjut usia yang mencapai sekitar 30%dari total populasi.
Baca Juga: Peluang Kerja Legal di Jepang Lewat Program SSW, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Hampir 86% wilayah Jepang aktif mencari pekerja asing, terutama di sektor pendidikan, perawatan kesehatan, teknologi, manufaktur, dan pertanian.
Program Specified Skilled Worker (SSW) menjadi jalur utama masuknya tenaga kerja asing.
2. Jerman
Dengan tingkat kekurangan tenaga kerja sekitar 82%, Jerman masih memiliki sekitar 1,8 juta posisi kosong.
Sektor konstruksi, manufaktur, kesehatan, teknik, dan teknologi informasi menjadi yang paling membutuhkan pekerja.
Pemerintah Jerman mengandalkan skema EU Blue Card dan visa pencari kerja untuk menarik tenaga asing.
3. Kanada
Kanada mencatat kekurangan tenaga kerja sekitar 80%, dengan penduduk lansia mencapai 19%.
Negara ini secara konsisten membuka peluang bagi pekerja asing melalui program Express Entry dan Provincial Nominee Program (PNP), terutama untuk sektor kesehatan, logistik, teknologi, dan pertanian.
4. Singapura
Singapura menghadapi kekurangan tenaga kerja terampil hingga 79%, dengan populasi lansia sekitar 15%.
Tenaga asing sangat dibutuhkan di sektor teknologi informasi, keuangan, pendidikan, dan kesehatan melalui visa Employment Pass (EP) dan S Pass.
5. Inggris Raya
Pasca-Brexit, Inggris mengalami kekurangan tenaga kerja sekitar 80%.
Dengan populasi lansia mencapai 19%, pemerintah memperluas visa pekerja terampil dan pekerja musiman, khususnya di sektor pertanian, perhotelan, dan layanan kesehatan.
6. Yunani
Yunani mencatat kekurangan tenaga kerja sebesar 82%, dengan penduduk usia lanjut mencapai 23%.
Pemerintah bahkan melegalkan sekitar 30.000 migran tak berdokumen untuk mengisi sektor pertanian, pariwisata, dan konstruksi.
7. Irlandia
Irlandia menghadapi kekurangan tenaga kerja sekitar 81%, dengan 15% penduduk berusia lanjut.
Setiap tahun, negara ini menerima sekitar 40.000 pekerja non-Uni Eropa untuk sektor konstruksi, perhotelan, dan kesehatan.
8. Portugal
Portugal juga mengalami kekurangan tenaga kerja sebesar 81%, dengan penduduk lansia mencapai 23%.
Baca Juga: Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta–Makassar Hilang Kontak, Keselamatan Penerbangan Jadi Sorotan!
Peluang kerja terbuka luas di sektor teknologi informasi, kesehatan, perhotelan, konstruksi, pertanian, hingga energi terbarukan.
Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja global, saat ini menjadi momentum strategis bagi pencari kerja untuk menjajaki peluang internasional.
Pastikan memahami persyaratan visa dan sektor prioritas di masing-masing negara agar peluang bekerja di luar negeri dapat dimanfaatkan secara optimal.
Laporan: Lilis Anggraeni/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon





