Data Baru Ungkap Realita, 5% Warga Uni Eropa Pernah jadi Tunawisma

AKURAT.CO Lebih dari 1,27 juta orang di Eropa jadi gelandangan dengan tidur di jalan atau di tempat penampungan setiap malam. Sementara itu, sekitar 5% populasi Uni Eropa pernah mengalami bentuk tunawisma dalam hidup mereka. Fakta ini diungkap oleh Ruth Owen, Wakil Direktur Federasi Organisasi Nasional untuk Penanganan Tunawisma di Eropa, dalam peringatan Hari Tunawisma Dunia pada Kamis (10/10/2025).
Krisis Tunawisma Mengakar di Kota-Kota Besar
Owen menyebut tunawisma kini telah menjadi krisis sosial yang mendalam, terutama di kota-kota besar seperti Brussel, Paris, dan Berlin.
“Data terbaru menunjukkan setidaknya 1,27 juta orang di Eropa tidur di jalanan atau di penampungan setiap malam. Angka ini masih konservatif karena hanya mencakup tunawisma yang terlihat,” kata Owen kepada Anadolu Agency.
Ia menjelaskan, data terbaru di tingkat Eropa memperluas definisi tunawisma. Tidak hanya mereka yang tidur di ruang publik atau penampungan, tetapi juga orang-orang yang menumpang di rumah keluarga atau teman karena tidak punya tempat tinggal sendiri. Jika digabungkan, hampir 5% warga Uni Eropa pernah mengalami bentuk tunawisma seperti ini sepanjang hidup mereka.
Brussel dan Jerman Jadi Contoh Terburuk
Menurut Owen, kondisi tunawisma semakin buruk di banyak kota besar, termasuk Brussel. “Pada 2008, jumlah tunawisma di Brussel sekitar 1.700 orang. Sekarang mencapai sekitar 10.000 orang. Salah satu penyebab utamanya adalah tingginya biaya perumahan di kota tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Jerman memiliki jumlah tunawisma tertinggi di Eropa, mencapai sekitar 530.000 orang. Angka ini mencerminkan hasil sensus nasional yang lebih lengkap serta definisi tunawisma yang lebih luas.
Sebaliknya, wilayah Administrasi Siprus Yunani secara resmi melaporkan tidak memiliki tunawisma. Namun, survei Uni Eropa menunjukkan sekitar 11% warga Siprus pernah tidur di tempat umum atau menumpang di rumah orang lain karena tidak memiliki tempat tinggal.
Ratusan Ribu Tunawisma di Prancis
Kondisi serupa juga terjadi di Prancis. Berdasarkan laporan Foundation for the Homeless (dulu dikenal sebagai Abbe Pierre) tahun 2025, jumlah tunawisma meningkat 20.000 orang dalam setahun, dari 330.000 pada 2024 menjadi 350.000 pada 2025.
Laporan itu menyoroti kurangnya pembangunan perumahan, kenaikan sewa rumah, dan minimnya tindakan pemerintah sebagai penyebab utama krisis perumahan. Saat ini, 2,7 juta warga Prancis masih menunggu perumahan publik, namun hanya 393.000 unit yang disediakan pada tahun 2023.
Selama dua dekade terakhir, jumlah tunawisma di Prancis melonjak 130%, menandakan masalah struktural yang belum terselesaikan akibat krisis politik dan ekonomi berkepanjangan.
‘Housing First’: Solusi Efektif Atasi Tunawisma
Untuk mengatasi krisis ini, Owen menekankan pentingnya membangun perumahan publik dan mengatur pasar properti agar lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kita harus membuat perumahan lebih terjangkau bagi orang berpenghasilan kecil, dengan cara mengatur harga sewa, membangun rumah publik, dan memberikan dukungan pendapatan bagi rumah tangga,” ujarnya.
Owen juga menyoroti pendekatan “Housing First” sebagai solusi paling efektif yang telah berhasil di beberapa negara Eropa.
“Housing First adalah konsep sederhana tapi revolusioner. Orang yang tunawisma harus segera mendapatkan rumah tetap, bukan sekadar tempat penampungan sementara,” katanya.
Ia mencontohkan Finlandia sebagai kisah sukses. Negara itu berhasil menurunkan jumlah tunawisma dari 20.000 menjadi hanya 3.000 orang dalam dua dekade terakhir, berkat penerapan program Housing First secara nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa
- 10Prabowo: Kesejahteraan Jangan Hanya Jadi Slogan, Penghasilan Rakyat Harus Meningkat Nyata








