Serangan Drone RSF di El-Fasher, Sudan, Tewaskan 15 Warga Sipil

AKURAT.CO Sebuah serangan pesawat tak berawak (drone) Pasukan Dukungan Cepat (RSF) menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai 12 lainnya di pasar ramai kota el-Fasher, Sudan pada Selasa sore. Informasi ini disampaikan oleh pekerja bantuan Ruang Tanggap Darurat (ERR) dan Komite Perlawanan lokal, Rabu waktu setempat.
Kronologi Serangan
Menurut keterangan pekerja ERR yang berbicara secara anonim, drone bersenjata menyerang pasar utama el-Fasher ketika aktivitas jual beli sedang ramai. Komite Perlawanan el-Fasher mengonfirmasi serangan itu melalui pernyataan di Facebook, menyebutnya sebagai “serangan brutal yang menjadi bagian dari pembantaian berulang setiap hari untuk melumpuhkan kota dan mematahkan semangat penduduk.”
Serangan terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah RSF menargetkan sebuah masjid di el-Fasher, menewaskan sedikitnya 70 orang, termasuk jamaah dan tiga tenaga medis.
Tanggapan RSF dan Situasi di Darfur
Hingga kini RSF tidak menyinggung insiden tersebut di saluran resmi mereka di Telegram. Namun, kelompok paramiliter itu mengklaim sedang menguasai lebih banyak wilayah el-Fasher dan mengevakuasi “ratusan warga sipil,” tanpa memberikan bukti.
Pertempuran antara RSF dan militer Sudan telah berlangsung sejak 2023 dan berkembang menjadi perang saudara yang menewaskan sedikitnya 40.000 orang dan memaksa 12 juta warga mengungsi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). El-Fasher kini menjadi benteng terakhir militer Sudan di Darfur, dan pertempuran semakin intens beberapa bulan terakhir. Laporan PBB pada 10 April menyebut ratusan warga sipil tewas akibat serangan RSF di wilayah ini.
Krisis Kemanusiaan dan Wabah Penyakit
Darfur menghadapi kondisi kemanusiaan yang kian memburuk. Warga kesulitan mengakses layanan kesehatan, makanan, dan air bersih. WHO mencatat lebih dari 3.000 kematian akibat kolera selama 14 bulan terakhir, dan wabah yang dipicu air atau makanan terkontaminasi telah menyebar ke seluruh 18 negara bagian Sudan sejak dinyatakan sebagai wabah pada Juli 2023.
Tuduhan Pelanggaran HAM
Baik RSF maupun militer Sudan sama-sama dituduh melakukan kekejaman, termasuk pembersihan etnis, pembunuhan di luar hukum, serta kekerasan seksual terhadap warga sipil, termasuk anak-anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







