Akurat Logo

Tiongkok Desak AS dan Jepang Tarik Sistem Rudal Typhon dari Latihan Militer di Jepang

Kumoro Damarjati | 16 September 2025, 20:18 WIB
Tiongkok Desak AS dan Jepang Tarik Sistem Rudal Typhon dari Latihan Militer di Jepang


AKURAT.CO Pemerintah Tiongkok mendesak Amerika Serikat dan Jepang untuk menarik sistem rudal Typhon yang baru pertama kali dipamerkan di Jepang dalam latihan militer gabungan “Resolute Dragon”. Pernyataan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Selasa (16/9) setelah sistem buatan AS tersebut diresmikan di Jepang.

Latihan Militer Resolute Dragon

Latihan militer Resolute Dragon dimulai pada Kamis (12/9) dan dijadwalkan berlangsung hingga 25 September, menurut Kementerian Pertahanan Jepang. Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) mengonfirmasi bahwa rudal jarak menengah Typhon dipamerkan untuk pertama kalinya selama latihan, meski tidak akan ditembakkan.

Kolonel Angkatan Darat AS Wade Germann menjelaskan bahwa Typhon adalah sistem berbasis truk dengan trailer yang bisa dioperasikan di medan sulit, sehingga memperkuat kemampuan pertahanan Jepang di tengah meningkatnya ketegangan keamanan kawasan.

Protes Keras dari Beijing

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengecam langkah tersebut.

“Amerika Serikat dan Jepang, mengabaikan kekhawatiran serius Tiongkok, bersikeras menempatkan sistem rudal jarak menengah Typhon di Jepang dengan dalih latihan bersama,” ujarnya dalam konferensi pers rutin.

“Tiongkok menyatakan ketidakpuasan mendalam dan menolak keras langkah ini,” tegas Lin.

Menurut Lin, penempatan Typhon oleh AS di Asia berpotensi memicu perlombaan senjata regional, meningkatkan risiko konfrontasi militer, dan mengancam stabilitas keamanan strategis di kawasan.

Fakta Sistem Rudal Typhon

Sistem rudal Typhon merupakan bagian dari program modernisasi senjata serangan presisi jarak jauh Angkatan Darat AS. Teknologi ini memanfaatkan rudal SM-6 dan rudal jelajah Tomahawk produksi Raytheon yang dimodifikasi untuk peluncuran dari darat. Dengan desain berbasis truk yang dilengkapi trailer, Typhon dapat ditempatkan di berbagai medan, termasuk area terjal yang sulit dijangkau.

Sistem Typhon sebelumnya sudah pernah dikerahkan di Filipina utara pada 2024 dalam latihan militer gabungan tahunan. Keunggulan inilah yang membuatnya dipandang sebagai salah satu sistem pertahanan jarak menengah paling fleksibel milik Amerika Serikat.

Respons Kawasan

Pemerintah Jepang menilai kehadiran Typhon dapat meningkatkan daya tangkal serangan bersenjata, terutama di tengah kondisi keamanan regional yang kian kompleks. Sementara itu, Filipina sempat memicu ketegangan dengan Beijing pada Desember 2024 ketika mengumumkan rencana mengakuisisi sistem rudal serupa untuk memperkuat keamanan maritimnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.