Netanyahu Tolak Akhiri Konflik, Komandan Senior Pasukan Pertahanan Israel Malah Akui Tak Bisa Hancurkan Hamas

AKURAT.CO Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menolak syarat yang diajukan oleh Hamas untuk mengakhiri konflik antara Israel dan Hamas.
Syarat yang diajukan oleh Hamas melibatkan penarikan total pasukan Israel dan memungkinkan Hamas tetap berkuasa di Jalur Gaza.
"Saya langsung menolak persyaratan menyerahkan diri kepada monster Hamas," tandas Netanyahu.
Kesepakatan pada akhir November 2023 yang diprakarsai oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir membebaskan sebagian besar dari sekitar 240 sandera di Gaza, dengan imbalan pembebasan 240 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel.
Sejak itu, Netanyahu menghadapi tekanan yang semakin meningkat untuk memastikan pembebasan 136 sandera yang tersisa.
Lebih lanjut, dikutip dari The New York Times, komandan senior Pasukan Pertahanan Israel mengakui bahwa dua tujuan Israel untuk menghancurkan Hamas dan membebaskan sandera Israel yang ditawan di Gaza tidak akan tercapai.
Ia menyatakan bahwa tantangan yang tak terduga dalam melawan Hamas dan keragu-raguan para pemimpin Israel menyebabkan lebih dari 136 warga Israel yang masih ditahan oleh kelompok teror tersebut tidak mungkin dapat dikembalikan kecuali melalui upaya diplomasi.
Baca Juga: Perdana Menteri Israel Tolak Syarat Pertukaran Sandera Hamas, Pilih Perang Terus Berlanjut
Laporan tersebut juga mencatat bahwa perkembangan perang tidak sesuai harapan pada awal konflik.
Berdasarkan perkiraan dan rencana militer pada Oktober, militer Israel awalnya memperkirakan akan menguasai operasional Kota Gaza, Khan Younis, dan Rafah pada akhir Desember.
Meskipun tujuan tersebut tercapai di Kota Gaza, pertempuran di Khan Younis masih berlanjut dan pasukan bahkan belum memulai operasi serius di Rafah, kota paling selatan di Jalur Gaza.
School of Security Studies di King's College London, Andreas Krieg menyatakan keyakinannya bahwa Israel tidak akan dapat memenangkan perang ini.
Meskipun kampanye militer mereda, banyak batalyon Hamas masih utuh dan sebagian besar pimpinan tinggi Hamas masih dalam daftar buronan.
Israel secara konsisten menyatakan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk menduduki kembali wilayah yang saat ini terkepung.
Namun, mereka juga mengindikasikan kemungkinan perlunya mempertahankan sejumlah pasukan keamanan untuk melancarkan operasi yang tepat, dengan tujuan mencegah Hamas membangun kembali kemampuan mereka yang dapat digunakan untuk melancarkan serangan.
Baca Juga: 5 Daftar Kelompok Militan Islam yang Dibantu Iran, Tidak Hanya Hamas dan Hizbullah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








