10 Negara yang Tergabung dalam Serangan di Yaman, Tidak Hanya AS dan Inggris

AKURAT.CO Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan udara dan laut terhadap target-target militer Houthi di Yaman pada Kamis (11/1/2024) dini hari waktu setempat.
Diketahui, serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Inggris ke Yaman sebagai tanggapan atas berbagai serangan yang dilancarkan oleh kelompok tersebut terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
Sebuah pernyataan bersama dari 10 pemerintah yang dikeluarkan melalui Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka tidak akan ragu-ragu untuk mempertahankan nyawa dan melindungi arus perdagangan bebas di salah satu jalur perairan paling penting di Yaman.
"Serangan-serangan yang ditargetkan ini merupakan pesan yang jelas bahwa Amerika Serikat dan mitra-mitra kami tidak akan mentolerir serangan-serangan terhadap personil kami atau membiarkan para pelaku yang bermusuhan membahayakan kebebasan bernavigasi," ujar Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dikutip Jumat (12/1/2024).
Baca Juga: AS dan Inggris Serang Balik Yaman Buntut Blokade di Laut Merah
Lantas negara mana saja yang mendukung operasi tersebut?
Amerika Serikat melaporkan bahwa Australia, Bahrain, Kanada, dan Belanda mendukung operasinya bersama Inggris.
Tidak hanya itu, Denmark, Jerman, Selandia Baru, dan Korea Selatan menambahkan nama mereka ke dalam enam negara yang ikut serta dalam serangan gabungan tersebut.
Gabungan negara tersebut mengklaim serangan yang terjadi sebagai bagian dari upaya internasional untuk memulihkan arus perdagangan bebas di rute utama antara Eropa dan Asia.
Baca Juga: Begini Isi Lengkap Pernyataan Amerika Serikat terhadap Serangan Gabungan di Yaman
Serangan yang sedang berlangsung menjadi salah satu unjuk rasa paling dramatis hingga saat ini dari meluasnya perang Israel-Hamas di Timur Tengah sejak meletus pada bulan Oktober.
Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, menentang seruan PBB dan seruan internasional lainnya untuk menghentikan serangan rudal dan pesawat tak berawak mereka di rute pelayaran Laut Merah.
Houthi mengatakan bahwa serangan-serangan mereka adalah untuk mendukung Hamas, kelompok Islam Palestina yang menguasai Gaza.
Sejak akhir Desember, Houthi telah menyerang 27 kapal, mengganggu perdagangan internasional di rute utama antara Eropa dan Asia yang menyumbang sekitar 15% dari lalu lintas pelayaran dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








