Akurat Logo

5 Cara Jepang Mengantisipasi Gempa Bumi

Muhtar S. Syihabuddin | 2 Januari 2024, 13:39 WIB
5 Cara Jepang Mengantisipasi Gempa Bumi

AKURAT.CO Jepang, merupakan salah satu negara yang seringkali mengalami gempa bumi, hal ini dikarenakan letaknya yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik. 

Setiap tahun, tercatat sekitar 1.500 gempa terjadi, dan goncangan tersebut dapat dirasakan hampir setiap hari, mulai dari gempa kecil hingga gempa yang dahsyat. 

Dalam upaya meminimalkan dampak kerusakan yang disebabkan oleh gempa, Jepang telah mengambil beberapa langkah persiapan sebelum gempa terjadi. Berikut adalah beberapa tindakan yang telah diambil.

1. Pengetahuan Mengenai Gempa Bumi Sejak Usia Dini

Memberikan pemahaman tentang bertahan hidup selama kejadian bencana alam seperti gempa bumi memang merupakan hal yang harus ditanamkan sejak dini.

Baca Juga: 5 Manfaat Deep Talk dengan Anak Bikin Hubungan Makin Asyik

Untuk itu, pemerintah Jepang telah memulai inisiatif untuk memberikan edukasi tentang kesiapan menghadapi gempa sebagai bagian dari kurikulum wajib di sekolah. 

Setiap siswa di Jepang akan diberikan pengetahuan khusus agar tidak panik dan dapat melindungi diri sendiri ketika menghadapi bencana alam seperti gempa bumi.

2. Membuat Bangunan Anti Gempa

Di Jepang, semua konstruksi bangunan harus mematuhi peraturan pemerintah yang telah ditetapkan. Bangunan yang dibuat harus memiliki ketahanan terhadap gempa bumi. 

Tidak hanya itu, segala bahan yang digunakan dalam konstruksi harus sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan oleh pihak berwenang.

Baca Juga: Sering Terbangun Sebab Mimpi Buruk, Ini Anjuran Islam untuk Menghindari Hal Tersebut

Dengan adanya ketentuan dan peraturan tersebut, kini sekitar 87 persen bangunan di Tokyo sudah dipastikan tahan dan kuat saat gempa terjadi. 

3. Sistem Peringatan Gempa di Jepang

Hampir semua ponsel di Jepang telah dilengkapi dengan sistem peringatan gempa atau tsunami. 

Sistem ini memberikan peringatan sekitar 5 hingga 10 detik sebelum terjadinya bencana, memberikan waktu tambahan untuk evakuasi atau berlindung di tempat yang aman.

Sedangkan untuk di wilayah pesisir, yang memiliki potensi tsunami, Jepang telah membangun sistem peringatan yang memberikan notifikasi sekitar 5 sampai 10 menit sebelum gelombang tsunami mencapai daratan.

4. Evakuasi Mandiri

Dalam upaya mengurangi dampak bencana alam, pemerintah Jepang telah menyampaikan pedoman tentang langkah-langkah bertahan hidup saat terjadi gempa. 

Negara tersebut juga telah mendirikan fasilitas darurat yang dapat menampung sejumlah besar orang jika terjadi bencana besar.

Baca Juga: Bukan dari Keluarga Biasa, Ternyata Ini Profil Anisha Rosnah sebagai Calon Istri Pangeran Brunei Abdul Mateen

Sedangkan untuk para penduduk, selalu siap ‘ransel gawat darurat’ untuk setiap anggota keluarga, yang berisi barang-barang penting seperti senter, obat-obatan, selimut, masker, tali, radio, dan persediaan makanan untuk tiga hingga tujuh hari.

5. Kereta Dengan Sensor Guncangan Gempa

Jepang, terkenal dengan Shinkansen, kereta api yang mampu bergerak dengan kecepatan tinggi seperti peluru. 

Selain kecepatannya, kereta ini juga telah dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi getaran saat terjadi gempa bumi. 

Sebelum terjadi gempa berkekuatan besar, kereta akan mendeteksi guncangan dan mengurangi kecepatannya secara bertahap, untuk berhenti sepenuhnya, sehingga penumpang dapat melakukan evakuasi dengan lebih aman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.