Akurat Logo

Cerdik, Begini Cara Israel Lawan Gerakan Boikot Produknya

Deni Muhtarudin | 1 November 2023, 07:17 WIB
Cerdik, Begini Cara Israel Lawan Gerakan Boikot Produknya

 

AKURAT.CO Kekejaman Israel terhadap warga Palestina tentu memunculkan berbagai bentuk perlawanan yang juga disuarakan oleh dunia internasional.

Salah satu bentuk perlawanan tersebut adalah melalui gerakan boikot produk Israel. 

Boikot produk Israel merupakan gerakan yang telah berlangsung sejak Juli 2005 yang berada di bawah bendera gerakan Boikot Divestasi dan Sanksi (BDS) yang diinisiasi oleh organisasi lokal Palestina. 

Boikot produk Israel bertujuan untuk menekan Israel di ranah ekonomi dan politik agar menghentikan pendudukan di Palestina. Gerakan ini kemudian berhasil menarik perhatian masyarakat internasional untuk turut memboikot produk Israel sebagai bentuk dukungan untuk Palestina.

Meski banyak yang menilai gerakan boikot produk Israel tak memberi efek apa-apa terhadap Israel, namun masyarakat internasional tetap menggaungkan boikot produk Israel. Ditambah saat ini Israel semakin membabi buta menyerang wilayah Palestina. 

Baca Juga: Inilah Sosok Co-founder Brand Rose All Day, Tiffany Danielle Yang Viral Disebut Pro Israel

Memang pada awalnya Israel menanggapi gerakan boikot itu dengan santai, menganggapnya sebagai gertakan kecil yang tak berarti apa-apa. 

Namun, menurut Ellen Cannon dalam The BDS and Anti-BDS Campaign (Jewish Political Studies Review, 2019), BDS berhasil menjadi alat perlawanan terbaik yang mampu menjelek-jelekkan, mendelegitimasi dan mencela Israel.

"Gerakan BDS telah berhasil menembus perbincangan politik global dan sukses menggambar Israel dan para pendukungnya sebagai negara yang layak mendapat delegitimasi dan isolasi di panggung dunia. Meskipun itu semua tak mengakibatkan pembentukan Palestina atau perbaikan nyata terhadap warga sipil," tulis Ellen Cannon.

Keberhasilan gerakan ini juga dapat dilihat melalui respon pemerintah Israel yang kini menganggap gerakan BDS sebagai ancaman yang harus diperhitungkan. Menurut analis politik Dov Waxman, jika BDS terus dibiarkan, maka akan menghancurkan Israel.

"BDS dilihat sebagai ancaman nyata bagi legitimasi dan pendirian Israel di tingkat global. Jika ini dibiarkan, maka akan menghancurkan Israel," kata Dov, dikutip dari Al Jazeera. 

Alhasil, pada 2010, setelah lima tahun peluncuran perdana gerakan BDS, Israel bergegas melancarkan proyek anti-BDS.

Baca Juga: Heboh! 6 Keajaiban Perang Palestina Dan Israel, Muncul Pasukan Putih Di Gaza Bikin Merinding

Dikutip melalui CNBC, sedikitnya ada dua cara yang dilakukan Israel dalam proyek anti-BDS nya, yaitu:

1. Propaganda media

Propaganda media yang dilakukan Israel dapat dilihat misalnya dalam kasus yang terjadi di Australia pada 2022 lalu.

Saat itu Israel mengirim dana sebesar USD30 juta atau sekitar Rp477 miliar untuk mendanai kampanye global melawan BDS.

Dana itu kemudian digunakan untuk konser bernama Sydney Festival yang diisi oleh musisi pro-Israel. Konser itu tak hanya menyajikan pertunjukan musik, melainkan juga melakukan propaganda dengan menyebar kebaikan soal Israel.

Selain itu, Israel juga melakukan propaganda produk jurnalistik melalui kerja sama dengan media-media skala nasional dan global. Propaganda produk jurnalistik itu tak lain tak bukan memiliki tujuan untuk memperbaiki citra Israel dengan cara pembingkaian hal-hal positif yang berkaitan dengan Israel. 

Berdasarkan laporan media independen yang dijalankan jurnalis Palestina dan Israel, +972 Magazine, cara propaganda media telah digunakan Israel sejak 2017.

Saat itu Israel mengeluarkan dana sebesar USD2 juta atau sekitar Rp31 miliar untuk menyebarkan pesannya kepada publik di Israel juga mancanegara. 

Melalui dana itu, Israel membayar media massa untuk membuat informasi yang menyudutkan Palestina sekaligus mengangkat nama baik Israel.

Selain membeli produk jurnalistik, Israel juga menganggarkan dana sebesar USD740 ribu untuk mempromosikan konten-kontennya di media sosial.

Menurut +972, artikel-artikel yang disponsori Israel yang ditujukan untuk pembaca internasional diantaranya adalah artikel yang diterbitkan The Jerusalem Post yang dibayar USD34 ribu, Times of Israel yang dibayar USD27 ribu, dan J Media Group (milik Amerika) yang dibayar USD33 ribu.

2. Lobi politik

Cara kedua ini mungkin menjadi cara paling ampuh yang dilakukan Israel untuk memerangi BDS.

Merujuk pada riset Ellen Cannon, AS merupakan negara yang paling mendukung dan menerima propaganda anti-BDS Israel.

AS menganggap gerakan BDS hanya akan menyebarkan sikap anti-semitisme, politik kebencian, ketakutan, dan intimidasi.  Oleh karena itu, AS dikatakan akan menindak tegas gerakan BDS di negaranya. 

Tak hanya AS, Jerman juga memberlakukan aturan serupa. Kota Munchen dan Frankfurt menjadi kota yang mengeluarkan aturan larangan pemboikotan produk Israel.

Alasannya tak berbeda dengan AS, yakni karena menyebarkan paham anti-Semit. (Adinda Shafa Afriasti)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
W
Editor
Wahyu SK