Israel Tingkatkan Serangan Terhadap Hamas, Negara Di Dunia Terus Desak Aliran Bantuan Ke Gaza

AKURAT.CO Militer Israel mengintensifkan serangannya terhadap militan Hamas di Gaza, pada Selasa (24/10/2023).
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Herzi Halevi mengatakan bahwa mereka tidak berniat untuk menghentikan serangan yang terjadi.
"Kami ingin membuat Hamas hancur lebur, sangat siap untuk melakukan operasi darat di selatan. Pasukan yang memiliki lebih banyak waktu akan lebih siap, dan itulah yang kami lakukan sekarang," kata Halevi dalam sebuah pernyataan.
Dikutip dari Reuters, Militer Israel mengatakan mereka telah menyerang lebih dari 400 target militan di Gaza dalam semalam dan menewaskan puluhan pejuang Hamas, termasuk tiga wakil komandan batalyon.
Dalam sebuah pernyataan, mereka juga mengatakan bahwa di antara target-target yang dihantam, ada sebuah terowongan yang memungkinkan Hamas untuk menyusup ke Israel dari laut dan pusat-pusat komando di masjid-masjid.
Di sisi lain, Hamas pada hari Senin (24/10/2023) kemarin, telah membebaskan dua wanita Israel di antara lebih dari 200 sandera yang diculik dalam serangan 7 Oktober, menjadi sandera ketiga dan keempat yang dibebaskan.
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden lantas menyambut baik hal tersebut dan menggarisbawahi perlunya mempertahankan aliran bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan ke Gaza.
Baca Juga: Terus Serang Palestina, Ini Sejumlah Keburukan Israel Yang Disebut Dalam Al-Quran Dan Hadits
Amerika Serikat juga menekankan hak Israel untuk membela diri, namun dua sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa Gedung Putih, Pentagon dan Departemen Luar Negeri telah meningkatkan himbauan secara pribadi agar berhati-hati dalam pembicaraan dengan Israel.
Sementara itu, berbeda dengan Amerika Serikat, Cina dan Rusia menyerukan konferensi perdamaian internasional yang lebih berwibawa, luas dan efektif dalam waktu dekat.
Dalam pertemuan puncak perdamaian di Kairo yang tidak dihadiri Israel dan Amerika Serikat pada minggu lalu, para pemimpin Arab juga mengutuk pemboman Israel atas Gaza, namun gagal untuk menyepakati pernyataan bersama.
Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani pada hari ini juga mendesak masyarakat internasional untuk tidak memberikan otorisasi tak terbatas untuk membunuh warga Palestina dalam perang melawan Hamas.
Sheikh Tamim bahkan menyebut konflik tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan global.
Kementerian Luar Negeri Palestina yang berbasis di Ramallah melaporkan pada hari ini, lebih dari 120 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel, yang menurut mereka menargetkan banyak rumah yang dihuni penduduk di berbagai daerah di Jalur Gaza.
Baca Juga: Israel Terus Bombardir Gaza, Update Terkini Sedikitnya 4.600 Orang Tewas Akibat Perang
Dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah korban tewas di Gaza telah mencapai 5.000 orang dalam dua minggu terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








