6 Kapal Perang China Siaga Di Timur Tengah Hingga Perang Israel Dan Hamas Kian Memanas

AKURAT.CO Perang Israel dan Hamas masih terus berlanjut sejak serangan pertama pada Sabtu (7/10/2023) lalu. Perang antar keduanya kian memanas bahkan beredar kabar tentang keberadaan 6 kapal perang China yang siaga di Timur Tengah.
Menurut beberapa sumber, Senin (23/10/2023), Tentara Pembebasan Rakyat China (Chinese People’s Liberation Army/PLA) dilaporkan telah mengirim enam kapal perang ke Timur Tengah sejak seminggu terakhir.
Kapal-kapal perang milik China ini terdiri dari Zibo, kapal perusak berpeluru kendali Tipe 052D, fregat Jingzhou dan kapal pasokan terintegrasi Qiandaohu. Sejumlah kapal tersebut terdeteksi bersamaan dengan pengiriman kapal Amerika Serikat ke Mediterania Timur di tengah perang Israel dan Hamas.
Diketahui bahwa Satuan Tugas Pengawal Angkatan Laut ke-44 PLA sedang melakukan operasi rutin di wilayah tersebut sejak bulan Mei lalu. Selain itu, mereka juga telah melakukan latihan bersama dengan Angkatan Laut Oman pekan lalu.
Baca Juga: Palestina Merdeka Kiamat Sudah Dekat? Ini Bukti Sebenarnya
Negara China menjadi salah satu negara di dunia yang menyatakan dukungannya terhadap Palestina. Hal ini karena China menganggap akar penyebab konflik antara Israel dengan Palestina terjadi bermula atas pengabaian hak merdeka.
“Akar penyebab konflik Palestina-Israel adalah hak rakyat Palestina atas kenegaraan (merdeka) telah diabaikan sejak lama. China akan terus berpihak pada perdamaian dan mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam menjaga hak-hak nasional mereka,” kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi pada Minggu (15/10/2023).
Update perang Israel dan Hamas
Militer Israel diketahui akan memulai invasi darat terhadap militan Hamas ke Jalur Gaza. Namun, invasi darat mengalami penundaan untuk memberi kesempatan bantuan kemanusiaan masuk lebih dahulu.
Baca Juga: Galang Dana Untuk Palestina Yang dilakukan ARMY Indonesia Tembus Rp1,02 Miliar
Perang antara Israel dan Hamas telah menewaskan banyak korban dari warga Palestina hingga lebih dari 4.300 jiwa, termasuk jumlah ledakan di rumah sakit Gaza. Selain itu, Israel mencatat korban jiwa yang tewas mencapai 1.400 orang dan 203 orang lainnya diyakini menghilang karena ditangkap oleh militan Hamas.
Militer Israel juga dilaporkan telah menargetkan serangan udara ke bandara internasional di Damaskus, kota utara Aleppo dan masjid di Tepi Barat yang diduduki pada Minggu (22/10/2023).
Di sisi lain, perang Israel dan Hamas diketahui melebar hingga keluar Gaza yaitu Lebanon. Israel turut menyerang Lebanon karena ingin menghabisi para milisi Hizbullah yang dinilai membantu Hamas atas serangan pertama yang terjadi.
Militer Israel juga memberi peringatan kepada Hizbullah usai rudal anti-tank diluncurkan dari Lebanon pada Minggu (22/10/2023).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







