Akurat Logo

Hamas Terbuka Untuk Perundingan Gencatan Senjata Dengan Israel

Deni Muhtarudin | 10 Oktober 2023, 13:56 WIB
Hamas Terbuka Untuk Perundingan Gencatan Senjata Dengan Israel

AKURAT.CO Pejabat senior Hamas, Moussa Abu Marzouk, mengatakan bahwa pihaknya terbuka untuk berunding dengan Israel terkait kemungkinan gencatan senjata. 

Hal ini disampaikan Moussa kepada Al Jazeera via telepon ketika ditanya perihal kemungkinan gencatan senjata.

Namun pernyataan Hamas belum mendapat respons pemerintah Israel.

Hingga saat ini (Selasa, 10/10/2023), Israel terus meluncurkan berbagai serangan ke wilayah Palestina khususnya di Gaza.

Israel terus melakukan serangan udara di wilayah Gaza, memblokade jalur, bahkan 300 ribu tentara cadangan telah diturunkan. 

Baca Juga: 5 Fakta Iron Dome, Pertahanan Rudal Israel Yang Lawan Hamas

Israel juga dikabarkan akan melakukan serangan darat. Tank-tank Israel telah terlihat menuju Jalur Gaza.

Bahkan militer Israel telah memerintahkan evakuasi warga sipil dari 24 desa dekat perbatasan Gaza yang ditengarai titik awal dari serangan darat Israel.

Akibat pertempuran pejuang Palestina dan Israel terdapat lebih dari 1.500 orang tewas dan lebih dari 6.000 lainnya terluka dari kedua belah pihak. 

Israel melancarkan serangan dengan menyasar apartemen, masjid dan rumah sakit di Gaza.

Bahkan Israel juga mengebom kantor pusat Palestine Telecommunication Co. yang berdampak pada layanan telepon rumah, seluler dan internet.

Baca Juga: 5 Hal Yang Perlu Diketahui Dari Perang Israel Dan Hamas Palestina

Selain itu, blokade yang dilakukan Israel terhadap Gaza dilaporkan akan menghentikan distribusi makanan dan bahan bakar ke wilayah Gaza.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa militernya telah memulai fase ofensif yang tidak akan berlanjut tanpa batasan atau jeda sampai tujuan mereka tercapai. 

Netanyahu juga memperingatkan warga Israel agar bersiap-siap menghadapi hari-hari yang akan datang.

Ia pun mengaku serangan yang diberi Israel pada Gaza merupakan serangan yang "dipaksakan".

"Kami memulai perang yang panjang dan sulit yang dipaksakan kepada kami oleh serangan mematikan Hamas," katanya.

Baca Juga: 4 Fakta Serangan Hamas Ke Israel, Ternyata Gara-gara Ini

Pernyataan itu seolah ingin mengatakan bahwa pihak Gaza yang terlebih dulu menyulut pecahnya pertempuran.

Komunitas internasional kini telah terpecah. Negara Barat cenderung berada di pihak Israel.

Bahkan Amerika Serikat diketahui telah meluncurkan bala bantuan militer berupa kapal perang dan jet tempur ke Israel untuk memerangi militan di Gaza. (Adinda Shafa Afriasti)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
W
Editor
Wahyu SK