Akurat Logo

Berantas Para Influencer, Houthi Culik 3 YouTuber Populer Yaman

Bani Maryanto | 4 Januari 2023, 09:47 WIB
Berantas Para Influencer, Houthi Culik 3 YouTuber Populer Yaman

AKURAT.CO Tiga YouTuber Yaman ternama telah berhasil diculik Houthi di Sanaa.

Kasus itu datang di tengah meningkatkan tindakan keras Houthi terhadap para influencer online yang kini gencar mengungkap kelemahan para pemimpinnya.

Menurut laporan aktivis, tiga YouTuber yang telah diculik adalah Mustafa Al-Mumari, Hamoud Al-Mesbahi, dan Ahmed Elaw. Ketiganya ditangkap setelah memposting video di media sosial yang isinya mendukung YouTuber terkemuka Ahmed Hajar, yang ditangkap dari jalan Sanaa lebih dari 10 hari yang lalu.Posting ketiganya juga diketahui memuat kritikan tentang praktek korupsi yang meluas dan kegagalan Houthi dalam mengatasi kelaparan.

Al-Mumari dikenal sebagai tokoh media sosial populer di Yaman, dengan lebih dari 2 juta pelanggan YouTube dan puluhan ribu penggemar Facebook.

Dia sebelumnya muncul dalam sebuah video di mana dia dengan tajam mengkritik Houthi karena menculik temannya, Hajar. Al-Mumari, dalam pernyataannya, juga mendesak Houthi untuk memerangi korupsi institusional yang merajalela, dan menyebutkan beberapa pemimpin Houthi yang 'korup'.

"Jika Anda dapat dipercaya dan mencari koruptor, saya akan memberi Anda bukti.

"Jika klaim saya tidak benar, bunuh saya; (tapi) jika itu benar, maka minta pertanggungjawaban mereka (pejabat yang korup)," kata Al-Mumari.

Tak lama usai video itu diposting, Al-Mumari dan Al-Mesbahi raib, dengan laporan mengatakan mereka diculik dari sebuah jalan di Sanaa dan dibawa ke fasilitas keamanan.

Elaw, sementara itu, membuat video di salurannya tiga hari lalu, yang isinya menuntut pembebasan teman-temannya yang ditahan. Ia juga memperingatkan Houthi agar tidak mengabaikan korupsi atau kerusuhan rakyat.

"Kami tidak akan melupakan saudara-saudara kami yang dipenjara dan akan terus mendukung pembebasan mereka," katanya.

Setelah memposting video itu, Houthi dengan cepat menyerbu rumah Elaw dan menculiknya.

Penculikan itu terjadi ketika seorang pengacara Yaman di Sanaa pada Selasa (3/1),  mengungkap bahwa intelijen Houthi, personel keamanan dan jaksa telah mulai menginterogasi Hajar untuk persiapan persidangannya.

"Penyidik tindak pidana khusus dari Badan Keamanan dan Intelijen saat ini sedang menginterogasi Ahmed Hajar di gedung Shamlan," kata pengacaranya, Abdul Majeed Sabra mengatakan kepada Arab News.

Houthi belum mengklaim bertanggung jawab atas penculikan beberapa YouTuber baru-baru ini. Akan tetapi, para pendukung kelompok itu mengklaim postingan media sosial para YouTuber yang diculik didukung oleh musuh milisi.

Abdulsalam Jahaf, anggota Dewan Syura Houthi, termasuk salah satunya. 

"Siapa pun yang melayani musuh adalah musuh, dan dinas keamanan ditugaskan untuk menangkap siapa pun yang mencoba mengganggu keamanan kita," ucapnya.

Namunn, pejabat dan analis Yaman percaya bahwa kampanye Houthi melawan para influencer media sosial hanyalah untuk membungkam tokoh-tokoh terkemuka, yang mana  mereka bisa menjangkau jutaan orang Yaman.

Menteri Penerangan Yaman Muammar Al-Eryani mengatakan Houthi takut akan pemberontakan karena aturan represif mereka, ketidakmampuan membayar upah publik, dan kegagalan memberikan layanan.

"Kampanye panik ini justru akan menjadi konfirmasi dari histeria yang melanda para pemimpin milisi Houthi, di tengah seruan pemberontakan rakyat untuk menghilangkan momok tersebut," terangnya.

Al-Eryani lalu mengutuk kebijakan Houthi soal penanggulangan 'kemiskinan dan kelaparan terhadap penduduk' di wilayah yang dikuasainya. Menurutnya, upaya kelompok itu malah menghancurkan segala sesuatu yang indah di Yaman hanya untuk memajukan tujuan penguasa Iran, sekutu mereka. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti