Kapsul Orion Pulang ke Bumi dengan Selamat, NASA Lanjutkan Rencana Kirim Manusia ke Bulan

AKURAT.CO Kapsul Orion telah pulang ke Bumi setelah menyelesaikan misi selama hampir 26 hari untuk mengorbit Bulan. NASA pun merencanakan misi yang lebih kompleks dengan membawa astronaut di masa mendatang.
Dilansir dari BBC, kapsul Orion jatuh di Samudra Pasifik setelah menembus atmosfer Bumi dan turun melambat dengan parasut. Tak ada orang di dalamnya karena kali ini sekadar uji coba.
Namun, penerbangan berikutnya akan berbeda. Misi selanjutnya akan dimulai pada akhir 2024, termasuk rencana mengirim kembali manusia ke permukaan bulan pada 2025 atau 2026.
Misi serupa terakhir dijalankan tepat 50 tahun lalu oleh awak Apollo 17. Proyek baru kali ini pun dinamai Artemis, saudari Apollo dalam mitologi Yunani.
"Dalam Apollo, kami melakukan hal yang tak mungkin menjadi mungkin. Sekarang, kami akan melakukannya lagi, tetapi untuk tujuan yang berbeda. Kali ini, kami kembali ke Bulan untuk belajar hidup, bekerja, menemukan, mencipta, untuk pergi ke kosmos guna mengeksploari lebih jauh. Rencananya adalah bersiap-siap untuk pergi bersama ke Mars pada akhir 2030an, dan bahkan lebih jauh lagi," ungkap Bill Nelson, administrator NASA.
Menurut NASA, kembalinya Orion ke Bumi pada Minggu (11/12/2022) merupakan tujuan prioritas.
Kendaraan ini kembali dari orbit Bulan dengan kecepatan yang sangat tinggi, sekitar 40 ribu km/jam, dalam kontak awal dengan atmosfer. Itu sebabnya, diperlukan pelindung panas yang kuat untuk mencegah pesawat robek sendiri saat melawan tekanan udara dan suhu mencapai hampir 3 ribu derajat Celsius.
Lapisan pelindung bagian bawah Orion merupakan desain baru dari pesawat sebelumnya. NASA pun harus yakin itu efektif sebelum mempertaruhkan nyawa astronaut pada misi masa depan.
Setelah kapsul jatuh ke laut, tak jauh dari Pulau Guadalupe, Meksiko, tim penyelamat bergerak untuk mengumpulkan citra yang dapat dimasukkan ke dalam analisis pasca-penerbangan.
"Misi ini sukses besar bagi kami. Kami jadi tahu pesawat antariksa ini memiliki tulang luar dan semua yang dibutuhkannya. Kami akan menyelesaikan perlengkapannya agar dapat menempatkan manusia untuk Artemis II," tutur Vanessa Wyche, direktur Pusat Antariksa Johnson NASA.
Sementara itu, Badan Antariksa Eropa (ESA) menyediakan layanan dan modul propulsi yang dengan mumpuni mendorong Orion menuju, mengelilingi, dan kembali dari Bulan.
Modul itu pun tak rontok dari kapsul dan baru terlepas sekitar 20 menit sebelum masuk kembali dan hancur saat jatuh ke Bumi di atas Pasifik Selatan.
Eropa akan terus memasok modul layanan lebih lanjut untuk misi Orion di masa depan demi mengamankan kursi bagi astronautnya sendiri bersama rekan AS.
Modul propulsi untuk misi Artemis berikutnya telah dikirim ke NASA. Sementara itu, kendaraan ke-3 untuk digunakan pada Artemis II sedang dalam tahap perakitan lanjutan di Jerman.
Masih banyak yang harus dikerjakan dengan benar agar lini masa tak bergeser untuk mengirim kembali ke Bulan. NASA juga belum memiliki sistem pendaratan.
Sistem pendaratan ini tengah dikembangkan oleh pengusaha AS, Elon Musk. Ia sedang membangun roket raksasa dan kendaraan berawak yang dinamai Starship. Penerbangan perdananya di atas Bumi akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang.
Kemudian, muncul gagasan bahwa Orion akan bertemu dengan Starship di Bulan dalam misi Artemis III. Pesawat Musk pun akan membawa para astronaut turun ke permukaan Bulan.
"Saat ini, kami memiliki perangkat keras yang bisa dijalankan di seluruh dunia melalui Artemis V. Ini bukan hanya satu penerbangan kemudian selesai. Kami berada di jalur untuk mendirikan pangkalan di Bulan, guna mencari tahu apa saja yang dibutuhkan untuk melanjutkan perjalanan ke Mars dan menggarap sains yang terdepan dan utama," terang Jim Free, administrator asosiasi NASA bidang Pengembangan Sistem Eksplorasi.
Awak untuk Artemis II akan dipilih awal tahun depan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK


