Nasib Haiti yang Dicengkeram Kekerasan, Geng Bersenjata Bebas Bakar Rumah hingga Bunuh Selusin Orang

AKURAT.CO Haiti, negara termiskin di Amerika dan salah satu yang termiskin di dunia, terus dicengkeram kekerasan. Krisis keamanan pun makin meningkat, dengan geng-geng bersenjata dengan bebas berkeliaran, meneror warga.
Dalam kasus terbaru, sedikitnya 12 orang dibunuh oleh anggota geng bersenjata, dengan rumah-rumah di kota Cabaret, utara ibukota Port-au-Prince, ikut dibakar.
Walikota Cabaret Joseph Jeanson Guillaume pada Rabu (30/11) mengungkap kronologi bagaimana beberapa hari yang lalu, polisi dan penduduk telah memaksa para gangster keluar dari kota. Namun, alih-alih pergi, kelompok itu justru kembali dan malah menyerang. Usai serangan tersebut, beberapa jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan tubuh hangus terbakar.
"Pagi ini kami menemukan beberapa mayat hangus," kata Guillaume.
Sebagian besar Haiti dikendalikan oleh geng-geng kuat yang telah mengincar Cabaret selama berbulan-bulan.
Serangan di Cabaret telah mengganggu lalu lintas dan perdagangan karena kota itu berada di sepanjang jalan utama, ungkap Guillaume.
Pada Juli 2021, Presiden Jovenel Moise tewas dibunuh, dan insiden ini segera memperburuk ketidakstabilan politik dan krisis ekonomi yang berkelanjutan di Haiti.
Ketidakstabilan itu lantas mendorong geng-geng bersenjata untuk mengambil lebih banyak kendali dan menjadi lebih kuat. Sementara kekerasan menjadi makin meningkat, ribuan orang terpaksa pergi, meninggalkan Haiti.
Kepolisian negara itu hanya mengantongi 13 ribu petugas per September, menurut PBB, yang berarti polisi kalah jumlah-satu petugas untuk setiap 1.000 orang.
"Di ibukota saja, hampir 96 ribu orang telah terlantar akibat ulah geng-geng bersenjata," kata Prue Lewarne dari Al Jazeera melaporkan dari Port-Au-Prince.
Para pengungsi di lingkungan Cite Soleil di ibukota mengatakan mereka tidak memiliki air, makanan, atau tempat untuk tidur. Menurut PBB, sekitar 19 ribu penduduk Cite Soleil menghadapi bencana kelaparan, kata Lewarne.
Pada bulan Oktober ini saja, sudah ada 195 pembunuhan yang tercatat, bersama dengan 102 kasus penculikan, kata koordinator residen dan kemanusiaan PBB di Haiti, Ulrika Richardson. Angka itu menunjukkan bahwa per harinya, ada sekitar tiga pembunuhan.
Tak hanya itu, geng bersenjata yang menguasai sekitar 60 persen wilayah di Port-au-Prince, juga terbukti menggunakan kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan. Menurut Richardson, ini adalah cara mereka untuk menanamkan rasa takut, menghukum serta meneror penduduk lokal.
Pada Oktober, pejabat PBB melaporkan bahwa gangster yang memblokade terminal bahan bakar utama di Haiti, telah menyebabkan bencana kelaparan di pulau itu. Imbasnya, lebih dari empat juta orang menghadapi ketidakamanan yang parah dan lebih dari 19ribu lainnya menderita kelaparan.
Pada bulan yang sama, Haiti secara resmi memohon bantuan internasional agar mereka bisa mendapatkan kembali kendali atas geng-geng bersenjata. Namun, sejauh ini, belum ada hasil dari permintaan tersebut, menurut Al Jazeera. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta




