Luncurkan Misi Artemis, NASA: Manusia Dapat Hidup di Bulan Dekade Ini

AKURAT.CO Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meluncurkan roket Artemis yang membawa Orion ke Bulan pada Rabu (16/11). Menurut pemimpin program, Howard Hu, pada Minggu (20/11), hari tersebut bersejarah bagi penerbangan antariksa manusia. Ia pun berharap manusia dapat tinggal di Bulan untuk waktu yang lama dalam dekade ini.
Dilansir dari BBC, roket Artemis setinggi 100 meter diluncurkan dari Pusat Antariksa Kennedy sebagai salah satu rangkaian dari misi NASA yang nantinya membawa lagi astronaut ke Bulan. Roket ini membawa pesawat antariksa Orion yang saat ini berada sekitar 134 ribu km dari Bulan. Alih-alih disertai awak, misi pertama ini dilengkapi maneken yang akan mencatat dampak penerbangan pada tubuh manusia.
"Inilah langkah pertama yang kami ambil untuk eksplorasi jangka panjang antariksa, tak hanya bagi Amerika Serikat (AS), tetapi juga bagi dunia. Menurut saya, ini hari bersejarah, tak hanya bagi NASA, tetapi juga bagi semua orang yang menyukai penerbangan antariksa manusia dan eksplorasi ruang angkasa.
"Maksud saya, kita akan kembali ke Bulan. Kita mengerjakan program berkelanjutan dan kendaraan ini akan membawa manusia yang akan mendarat kembali di Bulan," ungkapnya.
Jika penerbangan Artemis saat ini berhasil, penerbangan berikutnya bakal disertai awak, diikuti penerbangan ketiga dengan astronaut yang akan mendarat di Bulan lagi untuk pertama kalinya sejak Apollo 17 pada Desember 1972, 50 tahun yang lalu.
Menurut Hu, misi saat ini berjalan dengan baik. Semua sistem bekerja dan tim misi mempersiapkan peluncuran berikutnya dari mesin Orion pada Senin (21/11) untuk menempatkannya ke orbit jauh Bulan.
Salah satu fase paling kritis dari misi Artemis I adalah mengembalikan modul Orion dengan selamat ke Bumi. Pesawat antariksa ini akan masuk kembali atmosfer Bumi pada kecepatan 38 ribu km/jam, 32 kali kecepatan suara. Perisai di bagian bawahnya pun akan mengalami suhu mendekati 3 ribu derajat Celsius.
Jika keamanan komponen dan sistem Artemis ini telah teruji dan terbukti, Hu berencana membawa manusia hidup di Bulan dalam dekade ini.
Sebagian besar alasannya kembali ke Bulan adalah untuk mengetahui apakah ada air di kutub selatan satelit. Pasalnya, air tersebut dapat diubah untuk menyediakan bahan bakar bagi pesawat yang akan terbang lebih jauh ke antariksa, misalnya ke Mars.
"Kami akan mengirim manusia ke daratan, kemudian mereka akan tinggal di daratan itu dan melakukan sains. Ini benar-benar akan menjadi sangat penting bagi kita untuk mengetahui sedikit di luar orbit Bumi kita, kemudian melakukan langkah besar ketika kita pergi ke Mars.
"Dengan misi Artemis ini, kami juga dapat memiliki platform dan sistem transportasi berkelanjutan yang memungkinkan kami mempelajari cara beroperasi di lingkungan ruang angkasa tersebut," pungkas Hu.
Kapsul Orion akan kembali ke Bumi pada 11 Desember.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



