Serangan Udara di Taman Bermain Ethiopia Tewaskan Tujuh Orang

AKURAT.CO Sebuah serangan udara di ibu kota wilayah Tigray, Ethiopia memakan korban. Serangan yang menghantam taman bermain anak-anak tersebut menewaskan sedikitnya tujuh orang pada hari Jumat (27/8) lalu, ungkap pejabat medis di sana. Serangan ini juga menandai sebagai serangan pertama setelah gencatan senjata yang berhasil dipertahankan selama empat bulan gagal di minggu ini.
Para pejabat menambahkan bahwa di antara tujuh korban tersebut, tiga di antaranya adalah anak-anak, tetapi seorang juru bicara pemerintah federal membantah ada korban sipil.
Serangan udara di Mekelle terjadi dua hari setelah pertempuran pecah lagi antara pemerintah nasional dan pasukan Tigrayan di perbatasan wilayah Tigray dan Amhara. Pertempuran ini pun diketahui menghancurkan gencatan senjata.
Tigrai Television, yang dikendalikan oleh otoritas regional, menyalahkan pemerintah federal atas serangan tersebut. Pasalnya, tidak ada pesawat militer lain yang beroperasi di wilayah udara Ethiopia.
Pemerintah Ethiopia kemudian mendesak penduduk Tigray untuk menjauh dari fasilitas militer, dengan mengatakan pihaknya bermaksud "mengambil tindakan untuk menargetkan pasukan militer."
Kibrom Gebreselassie, kepala eksekutif Rumah Sakit Ayder, mengatakan di Twitter bahwa rumah sakit tersebut telah menerima empat orang tewas, termasuk dua anak-anak, dan sembilan lainnya luka-luka.
Kibrom menambahkan bahwa serangan tersebut telah menghantam taman bermain anak-anak. Namun, area tersebut tidak jelas apakah ada fasilitas militer di dekatnya.
Juru bicara pemerintah federal Legesse Tulu mengatakan bahwa berita tentang korban sipil adalah "kebohongan dan drama yang dibuat-buat" dan menuduh pihak berwenang Tigrayan "membuang kantong mayat."
Legesse juga membantah terkait kabar tentang serangan pemerintah yang menghantam fasilitas sipil dan mengatakan bahwa mereka hanya menargetkan area militer.
Sejumlah video yang diterbitkan oleh Tigrai TV memperlihatkan sebuah bangunan dengan atap yang hancur. Video tersebut juga memperlihatkan papan seluncuran yang terbalik dan sejumlah pekerja darurat yang sedang membawa tandu dibelakang sebuah dinding yang dicat merah muda dengan kupu-kupu raksasa.
Fasika Amdeslasie, seorang ahli bedah di Rumah Sakit Ayder, mengatakan seorang rekan di Rumah Sakit Mekelle berbicara kepadanya tentang adanya penambahan tiga mayat lagi, seorang ibu dan anaknya dan orang tak dikenal lainnya, sehingga jumlah total korban tewas menjadi tujuh.
Mayat yang dibawa ke Ayder tersebut termasuk anak laki-laki sekitar 10 tahun, dua wanita dan seorang remaja muda.
"Tubuh mereka tercabik-cabik. Saya telah melihat tubuh mereka sendiri." ungkap Fasika.
Ahli bedah menyatakan bahwa pembatasan pasokan medis untuk memasuki Tigray membuat rumah sakit kekurangan pasokan vital, termasuk cairan infus, antibiotik, dan penghilang rasa sakit.
Menteri Kesehatan Ethiopia Lia Tadesse tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang kekurangan tersebut.
Sebuah sumber kemanusiaan di Mekelle mengkonfirmasi bahwa ia mendengar ledakan dan tembakan anti-pesawat di kota itu pada hari Jumat (26/8) lalu.
Sejumah penyelidik menyatakan bahwa serangan udara pemerintah sebelumnya telah menewaskan warga sipil. Pada bulan Januari lalu, serangan pesawat tak berawak yang menyerang sebuah kamp untuk orang-orang terlantar di Dedebit menewaskan 56 orang dan melukai 30 orang. Terkait hal ini, pemerintah tidak memberikan komentar.
Sebelumnya, perang telah meletus di Tigray pada November 2020 lalu dan terus menyebar ke wilayah tetangga seperti Afar dan Amhara setahun yang lalu. Hingga November 2021 lalu, pasukan Tigrayan menuju ke Addis Ababa tetapi dipaksa untuk kembali oleh serangan pemerintah.
Gencatan senjata diumumkan pada bulan Maret 2022 lalu setelah kedua belah pihak menemui jalan buntu sedangkan pemerintah mengumumkan gencatan senjata terkait kemanusiaan dan mengizinkan bantuan makanan yang sangat dibutuhkan ke wilayah tersebut.
Saat pertempuran meletus minggu ini, keduanya saling menyalahkan. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9Prabowo Minta Mafia dan Kartel Haji Diberantas, Dorong Audit Forensik Keuangan
- 10KPK Dalami Setoran Berjenjang dari Kantor Pertanahan hingga Pejabat Kementerian ATR/BPN




