Akurat Logo

Hujan Lebat di Gujarat India: Sungai Meluap, 9 Ribu Warga Mengungsi

Bani Maryanto | 12 Juli 2022, 18:15 WIB
Hujan Lebat di Gujarat India: Sungai Meluap, 9 Ribu Warga Mengungsi

AKURAT.CO  Hujan deras yang mengguyur negara bagian Gujarat, India telah menyebabkan kekacauan, dengan warga dilaporkan meninggal, dan ribuan lainnya harus mengungsi.

Menurut Times of India hingga Indian Today, setidaknya delapan orang telah dikonfirmasi tewas dalam 24 jam terakhir, usai hujan lebat turun di beberapa distrik di selatan dan tengah Gujarat, seperti Ahmedabad dan Rajkot.

Mereka yang tewas, terbunuh setelah tembok runtuh karena hujan yang tak henti.

Hujan dalam intensitas tinggi juga telah menyebabkan bencana banjir di beberapa area, dengan 9 ribu warga terpaksa diungsikan dan 468 berhasil diselamatkan, kata otoritas pada Senin (11/7). 

Departemen cuaca memprediksi bahwa 'musim hujan intens' masih akan berlanjut selama beberapa hari ke depan.

Foto-foto yang diperoleh BBC, sementara itu, menunjukkan jalan-jalan yang tergenang air. Bendungan hingga sungai terlihat meluap tak karuan di seluruh Gujarat. Dilaporkan layanan transportasi ikut terganggu di beberapa daerah.

Sejak Minggu, banyak bagian Gujarat yang masih menerima curah hujan yang luar biasa tinggi. Padahal, menurut Down To Earth, yang melaporkan masalah lingkungan, beberapa wilayah di negara bagian itu, telah mencatat defisit curah hujan monsun hingga bulan Juli.

 Layanan transportasi di negara bagian Gujarat juga telah terganggu karena banjir-BBC/DHARMESH AMIN

Menurut sebuah laporan pemerintah, banyak bagian Gujarat yang rentan terhadap banjir karena sungai-sungai besar 'melewati bentangan luas dataran yang sangat datar sebelum mencapai laut'.

"Dataran rendah yang datar di daerah aliran sungai yang lebih rendah ini rentan terhadap banjir," tambah pernyataan dari pemerintah.

Tercatat sejak 1 Juni, 64 orang tewas akibat berbagai insiden terkait hujan di Gujarat. Sebanyak 33 orang meninggal karena tersambar petir; 8 tewas akibat tembok roboh; 16 orang meninggal karena tenggelam; 6 orang terbunuh karena tertimpa pohon; dan 1 orang meninggal karena tertimpa tiang listrik. Selain itu, ratusan desa juga telah terendam akibat banjir sejak awal monsun ini.

 Orang-orang harus mengarungi jalanan yang tergenang air untuk membeli kebutuhan pokok-BBC

Pada Senin malam, Rajkot diguyur hujan berdiameter 7 inchi. Kota itu kemudian dihadapkan pada masalah genangan air.

Departemen Meteorologi India (IMD) telah mengeluarkan peringatan selama 24 jam ke depan untuk Rajkot. Pemerintah kota juga telah menyatakan hari libur untuk beberapa sekolah dan perguruan tinggi.

Ahmedabad dibanjiri dengan rekor curah hujan 115 mm, yang terjadi hanya dalam waktu tiga jam pada Senin (11/7). Ini menjadi rekor tertinggi dalam 5 tahun terakhir dalam satu hari di bulan Juli.

 Sejak awal monsun, 64 orang  telah tewas terkait dengan insiden-insiden terkait hujan di Gujarat-BBC/DHARMESH AMIN

Perdana Menteri India, Narendra Modi telah memanggil Kepala Menteri Gujarat Bhupendra Patel, meyakinkannya bahwa pemerintah pusat akan memberi bantuan sebisa mungkin.

Hujan monsun yang lebat telah beberapa kali memicu malapetaka di Gujarat. Pada tahun 2017, lebih dari 200 orang tewas dalam banjir yang dipicu oleh hujan yang turun tanpa henti.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti