Hujan Lebat di Gujarat India: Sungai Meluap, 9 Ribu Warga Mengungsi

AKURAT.CO Hujan deras yang mengguyur negara bagian Gujarat, India telah menyebabkan kekacauan, dengan warga dilaporkan meninggal, dan ribuan lainnya harus mengungsi.
Menurut Times of India hingga Indian Today, setidaknya delapan orang telah dikonfirmasi tewas dalam 24 jam terakhir, usai hujan lebat turun di beberapa distrik di selatan dan tengah Gujarat, seperti Ahmedabad dan Rajkot.
Mereka yang tewas, terbunuh setelah tembok runtuh karena hujan yang tak henti.
Hujan dalam intensitas tinggi juga telah menyebabkan bencana banjir di beberapa area, dengan 9 ribu warga terpaksa diungsikan dan 468 berhasil diselamatkan, kata otoritas pada Senin (11/7).
Departemen cuaca memprediksi bahwa 'musim hujan intens' masih akan berlanjut selama beberapa hari ke depan.
Foto-foto yang diperoleh BBC, sementara itu, menunjukkan jalan-jalan yang tergenang air. Bendungan hingga sungai terlihat meluap tak karuan di seluruh Gujarat. Dilaporkan layanan transportasi ikut terganggu di beberapa daerah.
Sejak Minggu, banyak bagian Gujarat yang masih menerima curah hujan yang luar biasa tinggi. Padahal, menurut Down To Earth, yang melaporkan masalah lingkungan, beberapa wilayah di negara bagian itu, telah mencatat defisit curah hujan monsun hingga bulan Juli.
Menurut sebuah laporan pemerintah, banyak bagian Gujarat yang rentan terhadap banjir karena sungai-sungai besar 'melewati bentangan luas dataran yang sangat datar sebelum mencapai laut'.
"Dataran rendah yang datar di daerah aliran sungai yang lebih rendah ini rentan terhadap banjir," tambah pernyataan dari pemerintah.
Tercatat sejak 1 Juni, 64 orang tewas akibat berbagai insiden terkait hujan di Gujarat. Sebanyak 33 orang meninggal karena tersambar petir; 8 tewas akibat tembok roboh; 16 orang meninggal karena tenggelam; 6 orang terbunuh karena tertimpa pohon; dan 1 orang meninggal karena tertimpa tiang listrik. Selain itu, ratusan desa juga telah terendam akibat banjir sejak awal monsun ini.
Pada Senin malam, Rajkot diguyur hujan berdiameter 7 inchi. Kota itu kemudian dihadapkan pada masalah genangan air.
Departemen Meteorologi India (IMD) telah mengeluarkan peringatan selama 24 jam ke depan untuk Rajkot. Pemerintah kota juga telah menyatakan hari libur untuk beberapa sekolah dan perguruan tinggi.
Ahmedabad dibanjiri dengan rekor curah hujan 115 mm, yang terjadi hanya dalam waktu tiga jam pada Senin (11/7). Ini menjadi rekor tertinggi dalam 5 tahun terakhir dalam satu hari di bulan Juli.
Perdana Menteri India, Narendra Modi telah memanggil Kepala Menteri Gujarat Bhupendra Patel, meyakinkannya bahwa pemerintah pusat akan memberi bantuan sebisa mungkin.
Hujan monsun yang lebat telah beberapa kali memicu malapetaka di Gujarat. Pada tahun 2017, lebih dari 200 orang tewas dalam banjir yang dipicu oleh hujan yang turun tanpa henti.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




