Rusia Klaim Perdana Gunakan Rudal Hipersonik Kinzhal di Ukraina

AKURAT.CO Militer Rusia telah menembakkan rudal hipersonik Kinzhal untuk mengahcurkan gudang senjata bawah tanah yang berada di Ukraina Barat.
Kantor berita Rusia Interfax mengatakan bahwa itu adalah pertama kalinya bagi rusia untuk mengerahkan sistem hipersonik Kinzhal sejak mengirim pasukannya ke Ukraina pada 24 Februari, laporan Al Jazeera.
“Sistem rudal penerbangan Kinzhal dengan rudal aeroballistik hipersonik menghancurkan gudang bawah tanah besar yang berisi rudal dan amunisi penerbangan di desa Deliatyn di wilayah Ivano-Frankivsk,” kata juru bicara kementerian pertahanan Igor Konashenkov pada hari Sabtu (19/3).
Lebih lanjut, kementerian juga mengatakan bahwa pasukan Rudal menggunakan sistem rudal anti-kapal Bastion untuk mengheancurkan fasilitas militer Ukraina di dekat pelabuhan Laut Hitam Odesa.
Namun, Al Jazeera belum dapat mengverifikasi pernyataan Konashenkov secara independen.
Rusia bangga dengan persenjataan canggihnya, dan Presiden Vladimir Putin mengatakan pada bulan Desember bahwa Rusia adalah pemimpin global dalam rudal hipersonik, yang kecepatan, kemampuan manuver, dan ketinggiannya membuat mereka sulit dilacak dan dicegat.
Rudal Kinzhal adalah bagian dari serangkaian senjata yang diluncurkan pada tahun 2018 .
Imran Khan dari Al Jazeera mengatakan karena sifat perang, sistem senjata baru sering digunakan.
“Dalam beberapa hari terakhir di Kyiv kami telah melihat rudal jelajah ditembakkan dari wilayah Rusia yang juga telah dicegat oleh sistem pertahanan udara Ukraina,” kata Khan, berbicara dari ibu kota Ukraina.
“Kami juga mendengar tentang fakta bahwa Rusia memperkenalkan drone kamikaze ke dalam konflik. Ini adalah pertama kalinya kami mendengar konfirmasi tentang penggunaan rudal hipersonik.”
Baca Juga: Lviv di Ukraina Barat Dihantam Rudal, Invasi Rusia Mulai Dekati Perbatasan Polandia
Rusia pertama kali menggunakan rudal hipersonik selama kampanye militernya di Suriah pada tahun 2016.
Putin menyebut rudal Kinzhal (Belati) sebagai “senjata ideal” yang terbang dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara dan dapat mengatasi sistem pertahanan udara.
“Ini adalah rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir dan diyakini tidak terdeteksi oleh sistem pertahanan udara barat,” kata Dorsa Jabbari dari Al Jazeera, berbicara dari Moskow. “Oleh karena itu disebut rudal balistik yang tak terhentikan.”
Putin mengumumkan serangkaian senjata hipersonik baru pada tahun 2018 dalam salah satu pidatonya yang paling agresif selama bertahun-tahun, dengan mengatakan bahwa senjata itu dapat mengenai hampir semua titik di dunia dan menghindari perisai rudal buatan Amerika Serikat.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



