Akurat

Perang Narkoba Filipina Tewaskan 6.200 Orang, Rodrigo Duterte Tak Sudi Minta Maaf

| 5 Januari 2022, 15:50 WIB
Perang Narkoba Filipina Tewaskan 6.200 Orang, Rodrigo Duterte Tak Sudi Minta Maaf

AKURAT.CO Lebih dari 6.200 tersangka narkoba tewas dalam operasi antinarkotika selama Presiden Filipina Rodrigo Duterte menjabat pada Juni 2016 hingga November 2021. Meski begitu, ia tak sudi minta maaf.

"Saya tak akan pernah meminta maaf atas kematian tersebut. Bunuh saya, penjarakan saya, tapi saya tak akan pernah meminta maaf," tekadnya pada Selasa (4/1), dilansir dari Reuters.

Menurut kelompok HAM dan para kritikus, penegak hukum telah mengeksekusi tersangka narkoba. Namun, polisi beralasan mereka yang dibunuh memegang senjata dan bersikeras menolak ditahan.

Dalam pidato nasional pertamanya tahun ini, Duterte bersumpah untuk melindungi para penegak hukum yang melaksanakan tugas mereka. Ia mengajak mereka untuk melawan ketika nyawa mereka dalam bahaya.

Pria 76 tahun itu memenangkan kursi kepresidenan dengan selisih yang jauh pada 2016 berkat janji antikorupsi serta penegakan hukum dan ketertiban. Ia secara konstitusional dilarang mencalonkan diri kembali pada Pemilu tahun depan. Menurut analis, Duterte bisa lolos dari tindakan hukum apa pun atas program antinarkotikanya, asalkan sekutunya terpilih sebagai penggantinya.

Pada bulan September, hakim di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menyetujui penyelidikan formal terhadap perang narkoba Duterte. Namun, penyelidikan itu ditangguhkan pada November menyusul permintaan Filipina yang berdalih akan melakukan penyelidikannya sendiri.

Baca Juga: Pengadilan Internasional Dukung Penyelidikan 'Kampanye Perang Narkoba' Presiden Filipina

Duterte sendiri telah membatalkan keanggotaan Filipina di ICC secara sepihak pada Maret 2018. Sebulan sebelumnya, jaksa mengungkapkan dimulainya pemeriksaan pendahuluan atas perang narkobanya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.