Kabar Baik! Obat Covid-19 dari AstraZeneca Efektif Kurangi Risiko Penyakit Parah dan Kematian

AKURAT.CO Penelitian tahap akhir menemukan kalau obat eksperimental Covid-19 oleh AstraZeneca mampu mengurangi risiko penyakit parah atau kematian. Temuan ini dipaparkan perusahaan farmasi tersebut pada Senin (11/10).
Dengan campuran 2 antibodi yang disebut AZD7442, obat tersebut mampu mengurangi risiko Covid-19 parah maupun kematian hingga 50 persen pada pasien yang tak dirawat di rumah sakit yang bergejala selama 7 hari atau kurang. Capaian ini memenuhi tujuan utama penelitian.
Diberikan melalui suntikan, terapi AstraZeneca ini menjadi yang pertama dari jenisnya yang menjanjikan, baik sebagai obat pencegahan maupun sebagai pengobatan Covid-19, setelah beberapa uji coba. Obat ini dirancang untuk melindungi orang yang tak punya respons kekebalan yang cukup kuat terhadap vaksin.
"Hasil positif ini menunjukkan kalau dosis intramuskular AZD7442 yang nyaman dapat berperan penting dalam membantu memerangi pandemi yang menghancurkan ini," ujar Hugh Montgomery, peneliti utama uji coba, dilansir dari Reuters.
AstraZeneca telah meminta regulator Amerika Serikat (AS) pekan lalu untuk memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk AZD7442 sebagai terapi pencegahan. Perusahaan farmasi itu juga telah mengirimkan data dari berbagai penelitian AZD7442 ke regulator kesehatan global, menurut pernyataan seorang juru bicara pada Senin (11/10).
"Kami akan melanjutkan diskusi dengan regulator seputar data baru ini," ungkapnya.
Uji coba itu berlangsung di 13 negara dan melibatkan lebih dari 900 peserta dewasa. Setengahnya menerima AZD7442, sedangkan sisanya plasebo. Hasil uji coba lengkap akan diserahkan untuk dipublikasikan dalam jurnal ulasan sejawat.
AZD7442 mengandung antibodi buatan laboratorium yang dirancang untuk bertahan di dalam tubuh selama berbulan-bulan agar virus tertahan jika terjadi infeksi. Sebaliknya, vaksin bergantung pada sistem kekebalan yang utuh untuk mengembangkan antibodi yang ditargetkan dan sel penangkal infeksi.
"Intervensi dini dengan antibodi kami dapat mengurangi perkembangan penyakit parah dengan signifikan dan perlindungannya berlanjut selama lebih dari 6 bulan," terang Mene Pangalos, wakil presiden eksekutif di AstraZeneca.
Percobaan terpisah juga dilakukan untuk mempelajari penggunaannya sebagai pengobatan pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.
Perawatan campuran antibodi lainnya pada Covid-19 telah menunjukkan beragam tingkat keberhasilan. Terapi Regeneron mencapai perlindungan 72 persen terhadap infeksi bergejala pada pekan pertama dan 93 persen setelahnya. GSK-Vir menunjukkan penurunan 79 persen terhadap risiko rawat inap atau kematian karena sebab apa pun. Sementara itu, terapi Lilly menunjukkan penurunan muatan virus 70 persen pada hari ke-7 dibandingkan dengan plasebo.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai




